Dibawah Pengawalan Ketat, PSU Berjalan Lancar

Warta Kota Srindit, Desa Sepempang tengah mengukir sejarah baru dalam pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Natuna. Dan sejarah itu sekaligus menoreh sejarah baru pula bagi Kecamatan Bunguran Timur dan Kabupaten Natuna. Betapa tidak, sejak pertama kalinya bangsa ini melaksanakan pemilu di tahun 1955 sampai dengan Pemilu tahun 2014 dan ditambah lagi dengan agenda Pilkada Kabupaten Natuna tahun 2015 lalu, belum pernah terjadi sekalipun peristiwa PSU atau Pemungutan Suara Ulang di Kecamatan yang berjulukan Kota Srindit dan di Negeri Laut Sakti Rantau Bertuah ini. Setiap kali Pemilu dan Pilkada atau bahkan Pilkades, selalu berjalan mulus, aman dan lancar, dengan tingkat pertisipasi mencapai angka 80 hingga 90 persen. Hal ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Natuna umumnya dan Kecamatan Bunguran Timur khususnya. Tetapi untuk Pemilu Serentak tahun 2019 ini, prestasi itu sedikit tercoreng oleh sebuah kehilapan.

Suasana PSU TPS 1 Desa Sepempang

    

 

Namun demikian, hal tersebut bukanlah aib yang harus disesalkan. Tetapi sebaliknya PSU di TPS 1 Desa Sepempang menjadi sebuah berkah tersendiri bagi masyarakatnya. Betapa tidak, semua pendangan dan perhatian tertuju pada TPS 1 yang melakukan PSU. Orang berbondong-bondong ke lokasi kegiatan. Selain pemilih, masyarakat yang sekedar ingin menyaksikan kegiatan itupun hadir di sana. Tak terkecuali Wakil Bupati Natuna, H. Ngesti Yuni Suprapti juga turut hadir di sana Sabtu (27/04/2019). Warung tumbuh dimana-mana. Pendapatan  masyarakat tentu sedikit banyaknya akan meningkat pula. Hal tersebut dibenarkan oleh tokoh masyarakat Sepempang, M. Delan.

“Ini sejarah baru bagi kita. Satu sisi mungkin kita malu, karena seolah- olah petugas kita kemampuannya rendah. Tapi disisi yang lain, bagi masyarakat kita yang berjualan ini malah untung. Mereka dapat menghasilkan yang lumayan karena pembelinya ramai kan,” ungkap mantan Kades yang kembali mencalonkan diri menjadi Kades Sepempang melalui proses Pemilihan PAW Kades hari Rabu (01/05/2019) lusa itu.

Sementara dibagian lain, Camat Bunguran Timur menanggapi santai PSU ini. Menurutnya itu hanya sebuah dinamika di era demokrasi, dimana masyarakatnya sudah mulai cerdas.

“Saya kira biasa saja ya. Sekarang masyarakat kita sudah pintar dan cerdas. Dalam kondisi seperti itu, pasti mereka kritis, dan undang- undang memberikan ruang, ya, sah-sah sajalah. Syukur kita hanya PSU. Kan tidak ada petugas kita yang meninggal dunia seperti yang terjadi di daerah lain,” ucap Wan Suhardi santai.

Camat Bunguran Timur meninjau PSU TPS 1 Desa Sepempang

 

Ketika ditanya tentang pengamanan yang terkesan sedikit lebih ketat, Wan Suhardi pun menjawabnya ringan.

“Oh, kalau mengenai pengamanan yang terkesan ekstra, saya kira wajar juga, karena ada kekhatiran banyak pihak, bahwa akan terjadi keributan, andaikan terjadi perubahan peta suara. Ternyata semua yang dikhawatirkan, kan tidak terjadi. Langkah antisipasi wajar dan patut dilakukan oleh petugas keamanan,” pungkas Camat. (Elki, Warta Kota Srindit, 29/04/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *