Kota Layak Anak, Sudah Pantas kah?

Warta Kota Srindit, Kehadiran Tim Verifikasi dari Bapenas yang dipimpin oleh Yosi Trisna di Kabupaten Natuna, akan mempertegas satus Kota Layak Anak yang akan disandang oleh Kabupaten di ujung Utara ini. Yosi yang didampingi oleh tenaga ahli independen Taufik Neda dan didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulalauan Riau, Misni, tiba di Ranai kemarin, Rabu (01/05/2019). Setibanya di Ranai, Tim langsung meninjau lokasi yang menjadi sasaran Verifikasi. Selanjutnya pagi tadi, Kamis (02/05/2019) mengadakan dialog dengan Tim Gugus Tugas Kecamatan Bunguran Timur, di Ruang Rapat Kantor Lurah Ranai. Dalam dialog tersebut mengemuka pertanyaan tentang fasilitas dan inovasi Kecamatan, Kelurahan dan Desa dalam upaya memberikan hak-hak anak di daerah ini.

Menjawab masalah tersebut, Camat Bunguran Timur menjelaskan bahwa secara keseluruhan, fasilitas yang diperlukan untuk mendukung KLA ini jelas belum terpenuhi, khususnya untuk Kecamatan Bunguran Timur. Karena pemenuhan fasilitas tersebut tentu memerlukan anggaran khusus dan tidak menjadi kewenangan Kecamatan.

“Bicara masalah fasilitas, saya kira tidak terlalu mudah untuk kami jawab, karena semuanya itu memerlukan anggaran, yang seyogyanya menjadi wewenang Kabupaten. Namun untuk usulannya sudah kita sampaikan, misalnya di tahun 2020 mendatang, kita sudah mengusulkan membangun Taman Bermain di Kantor Kecamatan Bunguran Timur “jawab Camat Bunguran Timur itu. Sedangkan untuk program inovasi, Desa Sepempang sudah melakukannya, misalnya menyiapkan taman bacaan untuk anak-anak. Hal tersebut disampaikan oleh Kades Desa Pjs. Desa Sepempang, Hadri.

Tim Gugus Tugas KLA Kecamatan, Kelurahan dan Desa Se-Kecamatan Bunguran Timur serta Tim Verifikasi KLA dari Bapenas di Kelurahan Ranai

“Kita ada Taman Bacaan, bekerjasama dengan sekolah dari tingkat TK, Paid, TPQ hingga SD, dengan mengirimkan surat ke sekolah-sekolah tersebut, agar anak-anak mau datang membaca di Perpustakaan Desa. Yang paling rajin membaca akan kami berikan reward atau hadiah. Alhamdullillah hasilnya sangat baik,” ujar Hadri.

Sementara untuk taman bermain anak-anak disampaikan oleh Camat, menurutnya sudah cukup berdasarkan standar pedesaan, dimana anak-anak bebas bermain di alam terbuka.

“Untuk tempat bermain alami kami sudah cukup, namun untuk yang standar sesuai yang dikehendaki oleh 5 Katagori Kluster Penilaian, mungkin masih sangat kurang,” tambah Camat.

Dengan kondisi real dilapangan seperti ini, tentu memunculkan pertanyaan baru, yaitu “Apakah Kabupaten Natuna layak menyandang predikat Kota Layak Anak?” Jawabannya masih menunggu hasil Verifikasi Tim dari Bapenas ini. (Elki, Warta Kota Srindit, 02/05/2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *