Kerikil Kecil Sandungan KLA

Warta Kota Srindit, Setelah melakukan peninjauan langsung ke lokus verifikasi KLA di Kabupaten Natuna, akhirnya Tim verifikasi dari Badan Perencanaan Nasional Bapenas, menyampaikan hasil temuannya kepada Tim Gugus Tugas KLA Kabupaten Natuna dalam sebuah dialog, di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, kamis (02/05/2019). Kegiatan dialog yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti itu, diawali dengan pemparan hasil temuan Tim di lapangan yang disampaikan oleh Tenaga Ahli independen, Taufik Neda. Menurut Taufik, masih banyak hal yang harus diperbaiki dan dilengkapi oleh Tim Gugus Tugas KLA Kabupaten Natuna, untuk menjadikan kota seribu pulau ini sebagai Kota Layak Anak.

“Kami masih banyak menemukan kelemahan dan kekurangan, diantaranya, dokumen Peraturan Daerah tentang Kota Ramah Anak. Natuna baru memiliki Peraturan Bupati. Sementara yang diminta dalam persyaratan adalah Perda. Ini jelas akan mengurangi nilai,”ujar Taufik. Namun sambungnya, “Kekurangan ini bukan berarti langsung akan membatalkan status Kota Layak Anak untuk Kabupaten Natuna. Karena Bapak dan Ibu masih dapat melengkapinya.

Menanggapi hasil pemaparan tersebut, Wakil Bupati Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti dengan tegas menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk segera memenuhi dan melengkapi seluruh dokumen yang diperlukan.

“Ternyata masih banyak yang kurang ya,” ujar Ngesti.

DIALOG TIM VERIFIKASI LAPANGAN DENGAN TIM GUGUS TUGAS KABUPATEN LAYAK ANAK DAN BUPATI NATUNA

“Untuk itu atas nama Pemerintah Kabupaten Natuna, saya instruksikan kepada seluruh OPD untuk segera melengkapi dokumen dan data yang diperlukan. Terutama untuk dokumen yang dapat kita siapkan dalam waktu dekat ini, ” tegas Ngesti.

“Kalau seperti Perda, ya tentu kita harus melalui mekanisme yang berlaku. Perda tidak dapat kita selesaikan sendiri, harus melalui perserujuan DPRD. Jadi pasti memerlukan waktu yang agak panjang,” sambung Wakil Bupati itu dengan agak sedikit melunak.

“Sentara untuk fasilitas lain yang dianggap masih kurang, misalnya masih belum tersedianya Ruang Laktasi dan peringatan Kawasan Bebas Merokok, hatus segera di penuhi oleh setiap OPD,” tutup Ngesti. (Elki, Warta Kota Srindit, 02/05/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *