Dana PKH Tahap II Disalurkan

Warta Kota Srindit, Setelah tertunda hampir kurang lebih satu bulan, akhirnya Dana PKH tahap II tahun 2019 untuk masyarakat Kecamatan Bunguran Timur, disalurkan kemarin, Senin (06/04/2019). Sebanyak 156  Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang terdiri dari 5 katagori kelompok Penerima, hadir di Kantor Camat Bunguran Timur. 5 katagori kelompok Keluarga Penerima Manfaat tersebut adalah Ibu Hamil (Bumil), Balita hingga usia sekolah, Anak Sekolah, Lanjut Usia (Lansia) dan terakhir katagori Disabilitas.

Menurut tenaga pendamping PKH Bunguran Timur, Ator Dinata ketika ditemui Pewarta Kota Srindit disela-sela kesibukannya menyalurkan Dana PKH menyebutkan bahwa, Dana yang bersumber dari APBN dan bekerjasama dengan Bank Mandiri ini, dibagi dalam 3 tahap penyaluran.

“Jadi dalam satu tahun itu, ada 3 tahap penyaluran. Untuk tahap I sudah kita laksanakan sekitar bulan Maret lalu, dan yang ini tahap II,” terang Ator.

“Sedangkan besaran uang yang diterima tidak sama, atau sesuai dengan katagorinya, ” sambung Ator.

Sementara dibagian lain, Camat Bunguran Timur dalam sambutannya, meminta agar Keluarga Penerima Manfaat, dapat menggunakan uang bantuan pemerintah tersebut dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan peruntukannya.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menunggu penyaluran dana PKH tahp II

“Jangan dibelanjakan untuk yang lain-lain ya Bu, ” ujar Camat kepada KPM yang hadir dan keseluruhannya perempuan itu.

“Kalau ibu-ibu penerima dari kelompok Bumil, ya…manfaatkan untuk upaya pemenuhan nutrisi ibu-ibu hamil, hingga anak-anak yang dilahirkan nanti tidak Stunting atau tumbuhnya katai,” seloroh Camat. “Untuke ibu-ibu hamil, tinggalkan kebiasaan dengan hanya mengkonsumsi ikan salai dan sambal lada hitam. Karena menurut ahli kesehatan, ikan salai tongkol dan sambal lada hitam tidak memiliki kandungan gizi yang cukup bagi pertumbuhan janin dalam kandungan,” sambung Wan Suhardi.

Selanjutnya Camat Wan Suhardi meminta kepada KPM agar terus berusaha memeperbaiki kualitas hidup, dengan meningkatkan ekonomi keluarga, hingga kedepannya tidak lagi menjadi KPM. Karena menurutnya tidak ada jaminan dana PKH dari pemerintah ini akan terus ada. (Elki, Warta Kota Srindit, 07/05/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *