Bunguran Timur Akan Punya Pasar Modern

Warta Kota Srindit, Harapan masyarakat Kecamatan Bunguran Timur sebagai ibu kota Kabupaten Natuna untuk memiliki pasar berkelas, sepertinya akan segera terwujut.  Pasalnya Badan Kerjasama International Jepang, atau lebih dikenal dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), bekerjasama dengan Kementrian KKP Republik Indonesia  tengah serius dan bersemangat benar untuk membangun pasar moderen di jantung kota Ranai, Hal itu diuangkapkan oleh Kepala BP3D Natuna, Mustafa Al Bakri, dalam rapat khusus Tim Kerja Pembangunan Pasar Moderen di ruang kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Kamis (09/05/2019).

“Ini sepertinya Kementrian KKP dan JICA, tengah bersemangat untuk membangun pasar ini, dan pasar ini sekaligus akan dijadikan percontohan bagi pembangunan pasar di daerah lainnya,” ujar Mustofa.

Selanjutnya ia menambahkan, “Menurut Tim dari KKP dan JICA, bila pembangunan pasar di Natuna ini gagal, maka rencana pembangunan pasar yang sama didaerah lain juga akan dibatalkan”.

JICA adalah adalah sebuah Lembaga yang dibangun oleh pemerintah Jepang, untuk membantu pembangunan di negara negara berkembang. Lembaga ini berada di bawah Kementerian Luar Negeri Jepang dan didirikan pada Agustus 1974. Lembaga yang dipimpin oleh Sinichi Kitaoka, dan memiliki 1845 orang pegawai itu, kini tengah serius membangun infrastruktur dasar diberbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.

Konsep pembangunan pasar ikan yang akan dipadukan dengan berbagai fasilitas lain seperti, pusat kuliner, areal parkir, cold storage, toilet, tangki air dan jalan masuk dan keluar dipisahkan, serta teritegrasi dengan pasar ikan yang lama, akan menjadikan pasar ini nyaman bagi pengunjungnya. Selain itu, pasar moderen yang akan dibangun tersebut, juga akan memiliki kantor pengurus pasar dan pos penjagaan.

Dibagian lain Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Wan Siswandi berharap agar semua OPD yang terkait dengan kegiatan pembangunan pasar moderen ini dapat bekerja maksimal mengingat waktu yang tersedia sangat singkat.

“Waktu yang kita miliki untuk menyiapkan beberapa fasilitas pendukung sangat terbatas. Untuk itu saya berharap semua kita serius dan bekerja cepat, hingga peluang untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah Jepang ini akan benar-benar terealisasi,” pinta Wan Sis diakhir pembicarannya.  (Elki, Warta Kota Srindit, 09/05/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *