Camat Himbau Warga Waspadai DBD

Warta Kota Srindit; Guna memastikan himbauannya diperhatikan dan dilaksanakan oleh masyarakat, Camat Bunguran Timur melakukan pemantauan keseluruh wilayah dibawah kepemimpinannya. Sejak awal pagi Jumat (14/06/2019), Camat mulai memacu kendaraan Dinas yang diamanahkan kepadanya, untuk menelusuri seluruh Kelurahan dan Desa yang ada. Kecamatan dengan luas wilayah ±141 Km² dilintasi dalam waktu 4 jam. Tidak satupun dari 3 Kelurahan dan 3 Desa yang ada, luput dari pemantauan.

Kegiatan pemantauan dimulai dari Desa Sepempang. Disana Camat tidak menemui satupun kelompok yang melaksanakan kegiatan Gotong Royong. Ketika dihubungi sang Kepala Desa, ia berkilah bahwa saat ini masyarakatnya masih sibuk dengan persiapan kegiatan Festival Pulau Senua, dan kegiatan Gorong Royong untuk mengantisipasi wabah Demam Berdarah Dangue itu, akan dilaksanakan minggu depan.

Selanjutnya, Camat melanjutkan perjalanan ke Kelurahan Ranai Darat. Dengan menelusuri jalan pintas yang terletak di lereng Gunung Ranai, Camat memulai pemantauannya di kampung Tegul Tinggi, Air Bak, kemudian terus ke Kampung Air Tayan. Baru disanalah Dia menemukan masyarakat yang mulai membersihkan lingkungannya. Kemudian diteruskan ke perbatasan Kampung Sual. Disamping Kantor Kelurahan, Juga terdapat sekelompok masyarakat, Babinsa, dan juga Anggota Linmas, sibuk membersihkan sampah-sampah yang bertumpuk di bangun TPS yang sudah lama ditutup itu.

Pemantauan diteruskan ke Kampung Air Raya, kemudian kembali kearah Kantor Kelurahan Bandarsyah. Camat pun tidak menemukan masyarakat yang melaksanakan kegiatan kebersihan. Lurah Bandarsyah, Suhardi, dihubungi melalui telepon. Suhardi beralasan, masyarakatnya baru akan melaksanakan Edaran Camat itu pada tanggal 15 dan 16 Juni besok. Sementara di Kelurahan Ranai, Camat hanya menemukan sekelompok masyarakat melakukan kebersihan di Jl. Pramuka Ranai. Disana sudah ditemukan satu kasus DBD. Lurah Ranai Suparman juga dihubungi. Suparman beralasan masyarakat akan melakukan kegiatan kebersihan itu besok. Sementara hari ini, masyarakat sibuk membersihkan rumah mereka masing-masing.

Setelah itu, Camat Bunguran Timur, H. Wan Suhardi yang memang serius dalam menekan serangan Demam Berdarah di wilayahnya, meneruskan pemantauan ke Kampung Batu Hitam, Kelurahan Ranai. Karena sebelumnya masyarakat kampung sudah mengkonfirmasikan kepada Camat, bahwa mereka akan membersihkan kawasan yang  akan dijadikan pusat pemerintahan Kelurahan Batu Hitam itu.

“Ya, insya’allah bila tidak ada halangan, minggu depan Bupati akan meresmikan Kelurahan Batu Hitam, pemekaran dari Kelurahan Ranai. Tadi malam para tokoh masyarakatnya sudah menghubungi saya, bahwa mereka akan melakukan kegiatan kebersihan hari ini”, kakta Wan Suhardi, ketika ditanya Pewarta Kota Srindit yang setia mengikuti perjalanan Camat.

Selanjutnya Desa Sungai Ulu menjadi target pemantauan. Disana juga ditemukan masyarakat sedang beramai-ramai membersihkan kampung mereka. Tidak membuang waktu terlalu lama, Camat meneruskan perjalanan ke Desa Batu Gajah. Diseanjang jalan di desa itu, Camat menemukan masyarakat, khususnya ibu-ibu beramai-ramai membawa kantong plastik besar, dan memungut sampah sepanjang jalan raya. Kelompok ibu-ibu itu adalah para Kader PHBS (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang diketuai oleh Junila serta Kader Desa Sehat, yang diketuai oleh Sarina. Kemudian diperbatasan kecamatan, tepatnya di Kampung Meso, Camat juga menemukan sekelompok warga yang sedang membersihkan lingkungannya.

“Sebenarnya, warga tidak harus takut dengan himbauan camat, tetapi mereka harus takut dengan serangan wabah DBD yang kini sudah mencapai 12 kasus”, ujar Camat ketika dalam perjalanan pulang ke pusat kecamatan. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 14/06/2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *