Batik Tanda Tangan Terlahir di Bunguran Timur

Warta Kota Srindit; Ditengah hiruk pikuk dan haru birunya perpolitikan di negeri tercinta, Republik Indonesia, masyarakat beramai-ramai menyatakan sikap “Menolak Kekerasan, Kerusuhan dan Radikalisme”. Kegiatan penolakan tersebut ditandai dengan menandatangani pernyataan sikap di atas bentangan kain putih, sepanjang kemampuan kelompok atau komunitas atau bahkan organisasi pemerintah dan non pemerintah, mebeli kain putih tersebut.

Dikabupaten Natuna misalnya, Himpunan Melayu Raya, berinisiasi melakukan penolakan yang sama, dengan menyiapkan kain putih sepanjang ± 210 m yang bertuliskan #KamiMenolakKerusuhan, Damailah Indonesiaku, yang ditandatangani oleh seluruh pengurus dan dan anggota Himpunan Melayu Raya Kabupaten Natuna, masyarakat Kecamatan Bunguran Timur dan Bunguran Timur Laut, serta masyarakat Kabupaten Natuna lainnya.

Koordinator Wilayah Himpunan Melayu Raya Kabupaten Natuna, Wan Siswandi, yang juga Sekretaris Daerah Kabuapaten Natuna, menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada seluruh masyarakat, yang telah mau berpartisipasi dalam kegiatan yang mulia ini.

Lebih dari pada itu, Gubernur Kepulauan Riau, DR. H. Nurdin Basirun beserta rombongan lainnya yang hadir di Kecamatan Bunguran Timur ibukota Kabupaten Natuna dalam rangka kunjungan peresmian beberapa kegiatan proyek strategis di Kabupaten Natuna, juga ikut serta membubuhkan tanda tangannya pada bentangan kain yang sama.

Dalam arahan singkat Gubernur menyatakan “ NKRI adalah harga mati, mari kita bersama-sama menjaga dan mempertahankanya, tadi tindakan-tindakan yang akan memecah belahkan keutuhan bangsa”.

Kegiatan penandatanganan pernyataan sikap yang dilaksanakan di Taman Pantai Kencana Ranai itu, disaksikan oleh ribuan masyarakat, yang sengaja diundang untuk menghadiri acara Halal Bil Halal antara Pemerintah Provinsi Kepulauan dan Masyarakat Kabupaten Natuna.

Kegiatan yang sama sebelumnya juga sudah dilakukan di Pusat Kecamatan, tepatnya di halaman Kantor Kecamatan Bunguran Timur, yang menghadirkan 267 orang perangkat Kelurahan dan Desa, ditambah 130 orang Anggota Linmas, tokoh masyarakat dan tokoh agama, FORKOPIMCAM, serta seluruh pegawai dan ibu-ibu PKK sekaligus ibu-ibu Dharmawanita, di lingkungan Kecamatan Bunguran Timur. Kegiatan tersebut juga disejalankan dengan kegiatan Halal Bil Halal pihak kecamatan dengan masyarakatnya. Tujuannya sama, yaitu mempererat hubungan silaturachim dan pada gilirannya menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia.

Ada sisi lain yang menjadi ttitik perhatian para cerdik pandai dari kegiatan tanda tangan itu. Tak disangka dan tak dinyana, ternyata, goresan tanda tanda tangan masyarakat yang beraneka bentuk, menciptakan Motif Batik yang nyaman dipandang mata. Ternyata, Motif Batik Tanda Tangan itu, hadir di Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. (Wan’s. Warta Kota Srindit, 19/06/2019)

1 thought on “Batik Tanda Tangan Terlahir di Bunguran Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *