Tim Gugus Tugas Kelana Bunguran Timur di Evaluasi

Warta Kota Srindit; Untuk memastikan agar Kabupaten Natuna mendapatkan predikat Kota Layak Anak, maka Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Natuna, menyelenggarakan rapat Konsolidasi guna mengevaluasi kinerja dan status Tim Gugus Tugas Kecamatan Layak Anak (KELANA). Kegiatan tersebut diawali dari Kecamatan Bunguran Timur, yang digelar pada Jumat pagi, (21/06/2019), diruang Rapat II Kantor Camat Bunguran Timur.

Kegiatan yang dibuka dan dipimpin langsung oleh Camat Bunguran Timur H. Wan Suhardi itu, menghadirkan semua stake holder terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap tumbuh kembangnya anak. Tampak hadir pada acara tersebut, PLT. Danramil Ranai, para Kepala Sekolah Tingkat SLTA se Bunguran Timur, Guru-guru Sekolah Menengah Pertama, Puskesmas dan jajarannya, Lurah dan Kades, Petugas PLKB, dan termasuk para pengusaha.

Dalam arahan pembukaannya, Camat mengajak semua masyarakat, tanpa membedakan apapun profesi dan pekerjaanya, untuk peduli terhadap tumbuh kembangnya anak di Kecamatan Bunguran Timur ini.

“Mungkin hari ini kita merasa tenang dan nyaman, karena anak-anak kita masih baik dan terkendali. Tetapi kita belum tahu besok atau lusa. Mungkin saja anak-anak kita yang hari ini baik, sopan, patuh kepada orang tua, dan sebagainya, lalu besok berubah menjadi anak yang nakal, tidak pernah mau mendengar nasehat orang tuanya, atau bahkan mungkin merongrong orang tuanya”, Kata Wan Suhardi.

“Bila anak-anak dilingkungan sekitarnya mayoritas berprilaku buruk, jelas pengaruhnya akan sampai atau terjangkit kepada anak kita yang selama ini baik. Bukankah pengaruh lingkungan itu menjadi faktor penyebab yang sangat membahayakan bagi kita semua”, sambung Camat.

Sementara itu, Kabid perlindungan anak Dinas Sosial dan PPA Kabupaten Natuna, Musmulyadi, dalam pemaparannya menyebutkan bahwa ada 32 hak anak yang harus dipenuhi oleh setiap orang tua dan pihak-pihak lain yang terkait, termasuk pemerintah. Untuk itu, upaya memaksimalkan peran dan fungsi Tim Gugus Tugas, dari Tingkat Kabupaten, Kecamatan, hingga Desa dan Keluruhan menjadi sangat penting.

Predikat Kabupaten  Layak Anak baru akan tercapa, apabila 32 hak anak itu terpenuhi, yang dilengkapi dengan berbagai dokumen pendukung. Apabila kegiatan nyata dilapangan sudah dilakukan, namun tidak dilengkapi oleh dokumen pendukung, kegiatan tersebut dianggap tidak ada. Untuk itulah, maka keberadaan Tim Gugus Tugas Kecamatan Layak Anak di Bunguran Timur ini, patut dievaluasi, dan harus pula segera membuat rencana aksi.

“Kegiatan penangan masalah anak ini telah dibagi menjadi 5 klaster. Renana Aksi yang akan kita buat, harus disusun sesuai dengan klaster yang telah ditetapkan tersebut. Dan Rencana Aksi harus berjenjang, mulai dari Rencana Aksi Tingkat Kabupaten, kemudian Kecamatan, dan selanjutnya Rencana Aksi Tingkat Desa dan Kelurahan. Semuanya harus saling bersinergi” terang Musmulyadi.

“Saat ini ada 5 spot atau kawasan internet gratis yang telah disiapkan oleh pemerintah Kabupaten Natuna. Lalu dampaknya bagi anak-anak, dinilai kurang baik, karena terlalu banyak waktu yang dihabiskan oleh anak-anak di tempat-tempat tersebut. Selanjutnya aksi yang akan kita buat, misalnya mengusulkan kepada pihak terkait dalam hal ini Diskominfo Kabupaten Natuna, agar dapat mengurangi jam operasional Wi-Fi gratis itu misalnya”, Musmulyadi mencontohkan.

Dari hasil pemantauan pihak kecamatan, bahwa keberadaan Wi-Fi gratis yang ada tersebut, sudah mulai disalah gunakan oleh anak-anak. Karena tidak jarang Tim Pemantau menemukan anak-anak menghabiskan waktu malamnya di tempat-tempat tersebut. Dan mereka telah mengorbankan waktu belajar malamnya untuk berselancar ke dunia luar, melalui fasilitas Internet Gratis, yang diberikan oleh pemerintah tersebut.  (Wan’s, Warta Kota Srindit, 21/06/2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *