MTQ Batu Gajah Berakhir

Warta Kota Srindit; Setelah melaksanakan kegiatan MTQ selama 5 malam, tingkat Desa Batu Gajah, akhirnya kegiatan itu ditutup secara resmi oleh Camat Bunguran Timur, H. Wan Suhardi.  Kegiatan yang dimulai sejak tanggal 11 Juni 2019 lalu itu sebenarnya sudah berakhir pada 17 Juni, namun kegiatan penutupannya sedikit agak molor, hingga baru dapat terlaksana pada Sabtu malam (21/06/2019).

Sedikit terlambatnya kegiatan penutupan ini lebih disebabkan oleh padatnya kegiatan di Desa. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Thamrin, yang disampaikan dalam laporannya pada acara penutupan tersebut.

Kepala Desa Batu Gajah, Bahtiar,  dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakatnya, yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menyadari bahwa bila tanpa dukungan penuh dari masyarakat, maka sudah dipastikan kegiatan MTQ tingkat desa ini tidak akan dapat terselenggara dengan baik.

“Bapak dan ibu masyarakat semuanya telah memberikan kontribusi yang membanggakan bagi kami, hingga acara ini berlangsung baik dan meriah. Kita tidak akan pernah dapat berbuat bila tanpa dukungan itu. Kita berharap, para pemenang  pada MTQ tingkat Desa Batu Gajah kali ini, dapat mewakili Kecamatan Bunguran Timur pada ajang MTQ Tingkat Kabupaten nantinya ”, kata Bahtiar dalam sambuatannya.

 

Semenata itu Camat Bunguran Timur, H. Wan Suhardi, dalam arahannya menyebutkan bahwa, kemampuan seseorang terhadap ilmu AL-Quran, akan menjadikan dia sebagai orang-orang yang terpakai dan berguna dalam kehidupan masyarakat. Dan manfaatnya itu tidak hanya untuk keperluan dunia tetapi juga akhirat.

“Kita berharap, kegemaran mengaji atau mempelajari ilmu Al-Quran ini, tidak hanya ada ketika masih kecil atau masih anak-anak. Tetapi hendaknya sampai Dewasa dan bahkan sampai tua dan akhir hayat kita”, pinta Camat.

“Sebab akhir-akhir ini, di era teknologi digital yang sudah mulai merambah sampai ke plosok desa, ada kecendrungan anak-anak, ketika  mulai memasuki usia remaja hingga dewasa, mereka mulai meningalkan Al-Quran, dan lebih asyik dengan telepon gemgam masing-masing. Kondisi ini adalah arus perubahan yang sedang deras mengalir kemana-mana. Masyarakat Desa Batu Gajah harus mampu mengantisipasi dan membendung arus perubahan ini”, sambung Wan Suhardi penuh harap.

Selanjutnya Camat Bunguran Timur itu meminta kepada masyarakat Desa Batu Gajah untuk bersepakat, agar menjadikan Desa Batu Gajah sebagai Desa Santri atau desa yang mempu melahirkan para Hafiz dan Hafizah untuk Kecamatan Bunguran Timur. Sebab menurut camat, dirinya menilai bahwa potensi tersebut ada di Desa Batu Gajah. Selain itu  didukung oleh kondisi alam dan lingkungan desa yang masih asri dan sesuai untuk tujuan dimaksud. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 23/06/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *