Demam Berdarah Kembali Hantui Warga Bunguran Timur

Warta Kota Srindit; Setelah dinyatakan negatif penyebarannya oleh Kepala Puskesmas Ranai, kini wabah DBD kembali meresahkan warga Kecamatan Bunguran Timur, terutama untuk 3 wilayah Kelurahan yang ada. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Puskesmas Ranai Nazri pada acara Lokakarya Mini II Lintas Sektoral UPT Puskesmas Bunguran Timur, yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Camat Bunguran Timur Rabu (26/06/2019).

Nazri meralat pernyataanya yang pernah disampaikan tanggal 17 Juni lalu kepada Camat Bunguran Timur H. Wan Suhardi.

“Ini luar biasa. Tanggal 17 Juni kemarin saya melaporkan kepada Pak Camat, bahwa penyebaran DBD sudah menurun secara signifikan, karena tidak ada penambahan kasus dari 11 kasus yang sudah terjadi sebelumnya. Namun satu minggu setelah itu, secara serentak tercata ada 6 orang warga kita yang harus dirawat di Puskesmas, dan mereka positif dinyatakan terserang DBD. 6 kasus tersebut, 3 dari Kelurahan Bandarsyah, 2 dari Kelurahan Ranai Darat dan 1 dari Kelurahan Ranai”, ujar Nazri kecewa.

“kita Berharap, tren penurunan wabah yang DBD yang signifikan itu akan berlanjut, ternyata hanya bertahan 2 minggu saja. Untuk itu kita perlu dukung semua pihak untuk terus menjaga kebersihan lingkunganya, terutama tempat-tempat yang kita yakini menjadi tempat bersarangnya nyamuk Aides Agipty ini”, sambung Nazri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Rizal Renaldi yang juga hadir pada acara tersebut juga menjelaskan bahwa betapa pentingnya hidup sehat. Hidup sehat bermula dari lingkungan yang bersih dan sehat.

“Nyamuk DBD ini hidup di genangan air yang bersih, dan dia dapat terbang sejauh 50 m. Artinya bila rumah kita bersih, sementara rumah tetangga tidak, maka nyamuk-nyamuk yang akan menjadi dewasa dalam waktu satu minggu itu, bisa saja akan sampai ke rumah kita, lalu menggigit kita. Bila nyamuk itu sudah terinfeksi oleh Virus Dengue, maka sudah dipastikan kita akan terserang oleh Demam Berdarah ini. Untuk itu, upaya menjaga kebersihan lingukan ini, harus dilakukan serentak dan harus terus menerus”, kata Rizal.

Selanjutnya Camat Bunguran Timur H. Wan Suhardi menambahkan bahwa, himbauan yang telah disampaikan oleh Camat kepada Seluruh RW pada acara Halal Bih Halal 13 Juni 2019 lalu, untuk melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan, sudah dilaksanakan oleh masyarakat, meskipun tidak dilaksanakan secara serentak.

“Saya pastikan bahwa himbauan yang saya sampaikan beberapa waktu lalu itu sudah dilaksanakan oleh masyarakat, namun memang tidak serentak, karena saya langsung memantaunya di lapangan. Namun mungkin ada yang salah mengartikanya”, ujar Camat.

“Himbauan itu bukan hanya untuk satu kali kegiatan gotong royong, tetapi harus dilaksanakan secara terus menerus. Kita harus sadar bahwa bersih itu untuk kita, sehat itu itu untuk kita. Jangan biarkan nyamuk melukai kulit dan membunuh kita, tetapi kita yang harus membunuh nyamuk”, tegas Wan Suhardi.

“Ini sudah jelas, bahwa gerakan membersihkan lingkungan itu hanya dilakukan oleh masyarakat satu kali ketika himbauan itu saya kirimkan, setelah itu kotor lagi. Tempat-tempat bersarangnya nyamuk mulai banyak lagi. Faktanya, setelah kami layangkan himbauan tersebut, Kapus melapor kepada saya, bahwa alhamdullillah sudah tidak ada pasien tambahan. Eh, ternyata seminggu setelah itu, malah tambah 6 orang sekaligus. Inikan artinya kita ditipu oleh nyamuk”, gurau Wan Suhardi.

Selanjutnya Camat Bunguran Timur itu kembali mengajak masyarakatnya untuk membersihkan lingkungan masing-masing. Pada kesempatan yang sama, Lurah dan Kepala Desa diinstruksikan untuk membuat spanduk himbauan tentang kewaspadaan terhadap serangan DBD ini. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 24/06/2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *