Rupa Bumi Kembali akan Diverifikasi

Warta Kota Srindit; Pemerintah Pusat melalui Dirjen Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia kembali akan memverifikasi Rupa Bumi Unsur Alami (Pulau) antara Pusat dan Daerah, lingkup wilayah I yang terdiri dari Sumbar dan Kepri, dalam sebuah Rakor yang akan digelar di Jakarta. Hal tersebut dilakukan guna mendukung kebijakan Kelautan Indonesia sebagaimana tertuang dalam Perpres no 16 tahun 2017. Informasi ini terungkap dari Kawat Dirjen Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri No. T.005/3357/BAK tanggal 26 Juni 2019 yang ditujukan kepada Gubernur Sumatra Barat dan Kepulauan Riau, agar dapat mengirimkan pejabat eselon III yang menangani Toponimi, dan para Camat yang daerahnya terdapat pulau atau Rupa Bumi Unsur Alami, namun belum terverifikasi.

Camat Bunguran Timur H. Wan Suhardi dan Kades Sepempang M. Delan, sedang meninjau langsung kelokasi Batu Condong Desa Sepempang.

Untuk Kabupaten Natuna, terdapat tiga Camat yang diharapkan kehadiriannya dalam Rakor tersebut, antara lain Camat Bunguran Timur, Bunguran Barat dan Bunguran Selatan. Rakor yang berlangsung selama 2 hari di Hotel Acacia Jakarta itu, juga akan diikuti oleh para Camat dari Kabupaten Kepulauan Anambas, Bintan, dan Lingga. Sedangkan untuk Provinsi Sumatra Barat akan dihadiri oleh para Camat dari Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Mentawai.

Camat Bunguran Timur H. Wan Suhardi, ketika dikonfirmasi oleh Pewarta Kota Srindit menyatakan kesiapannya untuk menghadiri rakor tersebut. Karena diwilayahnya terdapat tiga buah batu yang tumbuh dilaut yang tidak pernah tertutupi air ketika pasang dalam, dan tidak pula pernah kering ketika air surut. Karena menurut difinisi pulau yang terbaru ini, anggokan batu dan tanah atau Rupa Bumi Unsur Alami seperti yang digambarkan ditas dinyatakan sebagai sebuah pulau.

“Di daerah kita ada Rupa Bumi Unsur Alami seperti itu, yaitu Batu Meraye atau yang lazim disebut Batu Aye oleh masyarakat tempatan, kemudian Batu Amai. Kedua-duanya ada kawasan Batu Kapal Kelurahan Ranai. Selanjutnya ada lagi batu Ninek di depan Batu Sindu Tanjung Senubing, perbatasan antara Kelurahan Ranai dan Desa Sepempang. Kemudian masih di Sepempang, ada lagi namanya Batu Condong. Semua ini akan diverifikasi”, Terang Wan Suhardi.

Batu Ninek di depan Gua Sindu, Perbatasan Kelurahan Ranai dan Desa Sepempang Kecamatan Bunguran Timur

Berdasarkan Kawat Dirjen Administrasi wilayah tersebut dinyatakan bahwa, pada kegiatan Rakor itu akan dilaksanakan verifikasi pulau terbaru, hasil validasi Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia tahun 2019. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 09/07/2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *