Camat Minta Agar Masyarakat tidak Bergantung pada PKH

Warta Kota Srindit; Pemerintah terus memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu. Melalui Program Keluarga Harapan (PKH), kemarin Rabu (17/07/2019), pemerintah kembali menyalurkan bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Tercatat 151 keluarga masyarakat Kecamatan Bunguran TImur, Ibu Kota Kabupaten Natuna itu yang masih menerima bantuan PKH dari berbagai katagori pemerima, antara lain, Katagori Ibu Hamil, Balita, Cacat atau Disabilitas, Anak Usia Sekolah dan Keluarga Non Sejahtera.

Camat Bunguran Timur H. Wan Suhardi, dalam sambutan pembukaannya mengajak masyarakatnya, untuk bangkit, dan terus berusaha untuk menjadi kuat, hingga kedepannya, keluarga yang hari ini tercatat sebagai penerima PKH, menjadi keluarga yang mandiri, tidak perlu lagi harus menunggu bantuan dari pemerintah.

“Namanya juga bantuan, tidak mungkin selama-lamanya. Kita harus berusaha untuk kuat. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah ini, pun tujuannya supaya kita menjadi kuat. Misalnya untuk bantuan Anak Usia Sekolah, tujuannya agar anak-anak kita itu bisa bersekolah, kemudian dia menjadi pintar, selanjutnya di akan memperoleh pekerjaan yang baik, dan pada gilirannya dia akan mengubah nasib keluarganya. Kalau sudah begitu, artinya kita tidak perlu dibantu lagi”, terang Wan Suhardi.

“Saya juga ingin mengingatkan kita semuanya, bahwa suatu saat nanti, bapak ibu jangan terkejut, apabila nama bapak ibu tidak tercatat lagi sebagai Keluarga Penerima Manfaat. Karena setiap saat perkembangan kehidupan keluarga bapak ibu dipantau oleh petugas. Apabila ternyata, kehidupan keluarga bapak ibu dinilai mengalami peningkatan, atau dianggap sudah tidak layak lagi menerima bantuan dengan berbagai indikator penilaian, maka secara otomatis nama bapak ibu akan dikeluarkan dari daftar penerima PKH ini”, kata Camat Bunguran Timur itu.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa banyak hal yang dapat kita lakukan untuk merubah nasib, selagi individu masyarakat tersebut, terus berusaha untuk merubahnya. Kesemuanya itu dimulai dari sebuah kesungguhan untuk berubah.

“Man Jadda, Wa Jadda. Siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan menerima manfaatnya”, tambah Wan Suhardi. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 17/07/2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *