Sisi Heroik Peresmian Kelurahan Batu Hitam

Warta Kota Srindit; Kelurahan Batu Hitam sudah diresmikan oleh Bupati Natuna, Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si, 23 Juli 2019 lalu. Kegiatan operasionalnyapun sudah mulai berjalan kendati masih tersendat-sendat, sebagai akibat dari berbagai keterbatasan. Kekurangan aparat dan fasilitas pendukung, menjadi penyebab utama dari terhambatnya kegiatan pelayanan masyararakat di Kelurahan hasil pemekaran Kelurahan Ranai Kota dan Kelurahan Bandarsyah Kecamatan Bunguran Timur itu. Namun yakin dan percayalah, bahwa kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama. Karena menurut Camat Bunguran Timur, H. Wan Suhardi, semua fasilitas pendukung sedang dalam proses pengadaannya melalui sistem E-Catalog. Dan sebagian diantaranya sudah tiba diKantor Kecamatan.

“Ya sedang berproses dan sebagian sudah tiba, tinggal lagi kita menyelesaikan persyaratan administrasinya untuk segera kita drop ke sana. Apalagi Pelaksana Tugasnya sudah ditunjuk oleh Bapak Bupati, yaitu Syuparman, Lurah Ranai Kota ”, jelas Wan Suhardi ketika titemui Pewarta Kota Srindit di ruang kerjanya dua hari setelah kegiatan peresmian dilaksanakan.

Kesimpulannya, semua urusan pelayanan masyarakat di Kelurahan Batu Hitam dalam waktu dekat akan berjalan sebagaimana mestinya, dan sungguh tidak elok bila persoalan tersebut terus menerus dibicarakan.

Ada sesuatu yang menarik untuk dicatat oleh kita semua, terlebih bagi masyrakat Bunguran Timur umumnya dan masyrakat Batu Hitam khususnya.

Pernahkah kita mengingat pristiwa heroik yang dilakukan oleh seorang pelajar SMP Negeri Silawan Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur? Adalah Yohanes Andi Gala, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Joni Gala, yang nekat menaiki tiang bendera tanpa alat pengaman apapun juga. Hanya sekedar untuk menyelamatkan Sang Merah Putih yang sedang dinaikan, namun talinya terputus. Joni Gala berpikir singkat dan cerdas. Bendera Kebanggaan bangsa Indonesia itu, tidak boleh terbang liar tanpa kendali. Atas inisiatif sendiri, mengikuti perintah naluri anak bangsa sejati, Joni Gala memecah kekalutan panitia penyelenggara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 di Kabupaten Belu, dengan menaiki tiang bendera yang cukup tinggi, serta menyambar tali yang terputus. Semuanya selamat. Sang Merah Putih selamat, acara peringatan HUT Kemerdekaan RI selamat, dan Joni Gala pun selamat. Wajar kalau dia mendapatkan penghargaan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Lalu apa kaitannya dengan kegiatan peresmian Kelurahan Batu Hitam. Ya, semangat masyarakat Batu Hitam untuk mengubah statusnya kampungnya menjadi sebuah kelurahan, tidak berhenti pada sebuah perjuangan politik belaka, dengan memohon sekaligus mendesak berbagai pihak terkait untuk menggapai asa dimaksud. Tetapi juga dilanjutkan dengan semangat gotong royong yang tak kenal lelah, untuk membenahi dan mempersiapan berbagai hal, diantaranya membenahi sebuah rumah milik penduduk yang akan dijadikan kantor Kelurahan, sekaligus mempersiapkan segala sesuatu untuk acara peresmian kelurahan itu sendiri.

Hampir mirip dengan aksi heroik yang pernah dilakukan oleh Joni Gala. Ketika sebuah tiang bendera berdiri tegak tanpa tali penggerek, sementara Sang Merah Putih harus segera di naikkan dan dikirbarkan pada acara persemian yang akan berlangsung dalam hitungan menit. Tak pelak, Syamsul Kamar atau yang lebih dikenal dengan panggilan Amar, Rt. 02/RW. 03 Batu Hitam, pun terpanggil untuk menyelamatkan kesucian Merah Putih agar dapat berkibar pada acara tersebut. Dengan bobot tubuh yang tidak kecil seperti Joni Gala, sang RT nekat menaiki tiang bendera yang terbuat dari besi pipa itu. Dengan membawa tali penggerek yang telah disiapkan oleh Camat Bunguran Timur, Amar pun melaksanakan misi kebangsaanya. Dan akhirnya, semua selamat. Samsul Kamar selamat, acara peresmian selamat, bendera kabanggaan bangsa itupun selamat berkibar dengan gagah dan perkasa mengisi ruang udara halam kantor Kelurahan Batu Hitam. Tidak banyak orang yang tahu, bahwa ada peristiwa penting disela-sela kesibukan peresmian Kelurahan Batu Hitam tersebut.

Namun sampai hari ini, Camat Bunguran Timur belum dapat memberikan penghargaan kepada sang RT  pemberani dan memilki jiwa kebangsaan yang tinggi itu.

“Saya bangga dan salut dengan jiwa patriotisme Pak RT Amar. Mengenai penghargaan, sedang kami pikirkan, kira-kira apa yang patut dan layak untuk kami berikan. Yang jelas saya akan mengingat pristiwa tersebut sepanjang hidup saya. Karena kejadiannya didepan mata kepala saya sendiri. Saya berharap orang lain juga mengingatnya. Mudah-mudahan informasi ini membuat orang lain mengetahui dan mengingatnya. Yang jelas, kita akan memberikan penghargaan kepada pak RT Amar. Tulis dengan baik ya”, pinta Camat kepada Pewarta Kota Srindit. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 30/07/2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *