Terimakasih Ku Untuk Semua

Warta Kota Srindit; Setelah dikhawatirkan oleh banyak pihak, akhirnya Kanal atau Kolam yang terbentang disepajang Jalan Poros Masjid Agung Natuna, memukau ribuan mata masyarakat Kabupaten Natuna Umumnya, dan masyarakat Kecamatan Bunguran Timur khususnya. Kanal yang dibuat sejalan dengan pembangunan Masjid Agung Natuna itu, selama ini jarang mendapat perhatian khusus dari siapapun juga. Paling ia dijadikan tempat berswa foto, karena memang keberadaannya memiliki pemandangan yang nyaman dipandang mata dan menarik untuk diabadikan. Apatahlagi bila spot tersebut dibidik dari arah Timur, maka akan terlihat latar belakang Masjid Agung Natuna yang indah nan megah,  ditambah lagi dengan suguhan gunung Ranai yang berdiri gagah lagi perkasa, melatarbelakangi foto-foto yang diabadikan dari spot tersebut.

Masyarakat bertumpah ruah di jalan Poros Masjid Agung Natuna Gerbang Utara-Ku, guna menyaksikan berbagai perlombaan

Hari ini, 17 Agustus 2019, dua jalan poros sepanjang kurang lebih 1 km, itu, menjadi lautan manusia. Masyarakat dari berbagai penjuru pelosok Kabupaten Natuna, dan dari berbagai strata ekonomi, berbaur menjadi satu, datang berbondong-bondong bertumpah ruah memadati jalan tersebut, guna menyaksikan beraneka ragam permainan rakyat yang digelar di sana.

Adalah Camat Bunguran Timur yang memiliki ide konyol dan berinisiatif menggelar permainan Rakyat di tempat yang tidak lazim itu, dalam rangka memeriahkan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74. Hingga tak plak mendapatkan berbagai cibiran dari berbagai kalangan. Kata “Tak mungkin dan Tak Masuk Akal” selalu terlontar dari mulut mereka.

Dua Sampan Kolek sedang berlaga di Kanal Masjid Agung

“Mana mungkin Sampan Kolek dapat di kayuh disana”, kata Bujang Ismail dan Abas, nelayan Desa Sepempang, ketika koleknya akan dipinjam sewa untuk keperluan lomba.

“Sepertinya Pak Camat harus meminta bantuan Damkar atau PDAM untuk mengisi air di Kanal itu, baru koleknya dapat dikayuh”, kata salah seorang Anggota Polisi ketika permohonan izin keramaian diajukan.

“Pak Camat tidak usah nak merapik. Sungai tak ade air nak dibuat kayuh kolek”? kata beberapa orang kepala OPD sebagai pendukung dana kegiatan.

“Silakan saja mereka mengatakan “Tidak Mungkin, Merapik, atau apapun juga”, yang jelas permainan rakyat untuk memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan tahun ini, tetap akan digelar di sana”, kata Camat Bunguran Timur yakin.

Pemanjat Batang Pinang sedang menunjukkan kebolehannya

Persiapan demi persiapan terus dilakukan oleh pihak Kecamatan Bunguran Timur beserta seluruh jajarannya, guna mensukseskan penyelenggaraan Permaian Rakyat dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 tersebut. Pinggiran Kanal  dibersihkan dari lumut-lumut yang mengganggu. Segala perlengkapan yang diperlukan disiapkan. Tiga pohon pinang sudah terpancang tegak disana. Umbul-umbul dipasang di sepanjang tepian Kanal. Dua buah Sampan Kolek sudah pula mengapung ditengah Kanal. Begitu juga dengan tali tambang sepanjang kurang lebih 50 meter sudah terbentang di pinggiran Kanal. Yang tak kalah penting, petugas pelaksana sudah siap menyelesaikan misi percobaan ini.

Jajaran Kecamatan, laki-laki dan perempuan bahu membahu mepersiapkan lokasi kegiatan

Sementara dibagian halaman kantor kecamatan, telah tersedia berbagai kelengkapan untuk permainan anak-anak, diantaranya jalur pacu Lari Goni, bentangan tali yang digantungi kerupuk, serta piring-piring yang bersikan tepung untuk perminan ibu-ibu. Kesemuanya itu berbaur menjadi satu, menambah kemeriahan pesta rakyat tersebut.

“Sebagai Camat, saya patut meyampaikan ucapan terimakasih kepada semua. Yang pertama tentu saya akan menyampaikan ucapan Puji dan Syukur kehadirat Allah Swt, tuhan semesta alam, yang telah memberikan keselamatan dan kemudahan, hingga pelaksanaan kegiatan permainan rakyat itu berjalan lancar tanpa kendala apapun juga. Selanjutnya, ucapan terimakasih ingin pula saya sampaikan kepada seluruh jajaran Kecamatan, mulai dari Kelurahan hingga Desa, baik ASN maupun PTT. Mereka punya peran yang sangat besar dalam kegaitan ini. Setelah itu, ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Kepala Kantor SAR Natuna, Maxianus Bakabel, yang telah menugaskan anggotanya untuk berjaga-jaga di tepian kanal. Kemudian ucapan yang sama saya sampaikan kepada Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna Iskandar DJ, yang juga menerjunkan anggotanya mengamankan lalu lintas jalan raya.

Dua orang peserta Lomba Kolek Ator dan Acang ketika selesai bertarung di Kanal

Dan kepada seluruh Babinsa dan Babinkantibmas yang telah berpartisipasi penuh dalam kegiatan permainan rakyat ini. Dan yang paling tidak bisa saya lupakan adalah seluruh peserta dan pengunjung atau penonton, masyarakat Kecamatan Bunguran Timur dan sekitarnya, yang telah ikut meramaikan Arena Permainan Rakyat di Kecamatan Bunguran Timur. Ucapan terimakasih juga saya sampaikan secara khusus kepada Kepala OPD yang telah menyisakan sedikit pendapatannya untuk keperluan kegiatan ini. Semoga budi baik dan sumbangan tenaga serta uang yang telah diberikan, menjadi catatan amal baik bagi kita semua, di sisi Allah Swt. Amien”, ungkap Wan Suhardi penuh kerendahan.

Tidak ada kata lelah demi kemeriahan dan kemenangan di hari kemerdekaan

Sebab, pihaknya yakin bahwa kesemuanya itu tidak akan dapat berjalan sebagaimana mestinya, bila tanpa dukungan berbagai pihak. Sekali merdeka tetap merdeka!!! (Wan’s, Warta Kota Srindit, 17/08/2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *