4 Lurah Berguru ke Kota Yogyakarta

Warta Kota Srindit; Tidak puas dan masih ragu-ragu tentang sistem pengelolaan Dana Alokasi  Umum Tambahan untuk pembangunan sarana prasarana Kelurahan, 3 orang Lurah dari 4 Kelurahan yang ada di Kecamatan Bunguran Timur, ditambah 1 orang Lurah dari Kecamatan Midai, akhirnya memutuskan untuk bertandang ke Kelurahan Muja-Muju Kecamatan Umbul Harjo, Kota Yogyakarta. (29/08/2019). Kedatangan Rombongan dari Natuna yang dipimpin oleh Camat Bunguran Timur H. Wan Suhardi itu, disambut hangat oleh Camat Umbul Harjo, Rumpis didampingi oleh Lurah Muja Muju, Jemari.

Dalam Sambutan pembukaannya, Lurah Muja-Muju mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Rombongan dari Natuna, yang telah memilih Kelurahan Muja-Muju sebagai lokasi studi banding. Begitu juga halnya dengan Camat Umbul Harjo. Pihaknya merasa sangat dihargai, karena dijadikan sebagai tempat rujukan tentang pengelolaan dana kelurahan.

Dari kiri, Camat Bunguran Timur H.Wan SUhardi, Camat Umbul Harjo Rumpis, dan Lurah Muja-Muju, Jemari

Menurutnya, dana kelurahan yang berasal dari DAU tambahan pada prinsipnya pasti sama. Karena sama-sama baru menerimanya. Tapi 7 kelurahan yang ada di Umbul Harjo, sudah lama mengelola anggaran sendiri untuk kegiatan pembangunan di daerahnya, baik kegiatan pembangunan fisik maupun kegiatan pemberdayaan, yang berasal dari dana yang telah dialokasikan oleh Pemerintah Kota DIY.

“Mengelola dana yang berasal dari DAU tambahan untuk pembangunan sarana dan prasarana kelurahan pasti kita sama-sama baru. Namun mengelola dana untuk kegiatan pembangunan sarana dan prasarana kelurahan, kita sudah berjalan lama. Karena pemerintah Kota Yogyakarta sudah sejak lama mengalokasikan anggaran untuk kelurahan yang dikelola oleh kelurahan”, jelas Rumpis.

Sungai Gajah Wong yang membelah dua wilayah Pemerintahan antara Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Tebing sungai yang tertata rapi dengan tembok permanen berada di wilayah Kelurahan Muja-Muju Kecamatan Umbul Harjo Kota Yogyakarta, sedangkan sisi sungai sebelahnya yang terkesan kumuh dan tidak terawat adalah wilayah Kabupaten Bantul.

Selanjutnya ditempat terpisah, Lurah Muja-Muju ketika ditanya Pewarta Kota Srindit menjelaskan bahwa pihaknya menyerahkan pelaksanaan dana pembangunan sarana dan prasarana kelurahan ini pada pihak ke tiga yang sudah berpengalaman dalam melaksanakan kegiatan pembangunan dari pemerintah.

“Bukan kita tidak mau menyerahkan kepada LPMK, tetapi kita sendiri belum terlalu yakin dengan kemampuan LPMK dalam melaksanakan kegiatan pembangunan ini. Kitakan harus mencari posisi aman. Dari pada ada masalah dikemudian hari, mending kita serahkan saja kepada ahlinya”, tambah Lurah Muja-Muju yang tinggal satu tahun lagi akan melaksanakan masa perna tugas itu.

Semua rumah penduduk yang berada di bibir sungai menghadap ke sungai dan mengosongkan tanah selebar 3 meter untuk dijadikan jalur evakuasi ketika terjadi banjir.

Dibagian lain Camat Bunguran Timur, H. Wan Suhardi, dalam sambutannya mengatakan sangat bersyukur dapat menjadi terhormat di Kelurahan Muja-Muju Kecamatan Umbul Harjo Kota Yogyakarta ini.

“Ternyata kita tidak salah dalam memilih tempat untuk belajar. Kelurahan Muja-Muju adalah kelurahan yang sangat tepat untuk kami jadikan sebagai rujukan dalam mengelola dana kelurahan ini. Kami yakin dan percaya bahwa hubungan silaturahmi yang baru saja terjalin ini, akan memberikan nilai sangat positif bagi kami di Kecamatan Bunguran Timur khususnya dan Kabupaten Natuna pada umumnya”, kata Wan suhardi dengan wajah yang penuh bahagia.

Ketika ditanyakan Pewarta Kota Srindit ditempat yang terpisah, Wan Suhardi menjelaskan bahwa kunjungan ini dirasa sangat perlu guna mendapatkan refrensi, menambah wawasan sekaligus membandingkan cara pengelolaan dana kelurahan di daerah yang sudah berpengalaman mengelola dana kelurahan ini.

“Benar, kami berkunjung ke Kota Yogyakarta dalam rangka studi banding. Dengan jumlah pesrta 10 orang yang terdiri dari Lurah se-Kecamatan Bunguran Timur, Lurah Midai serta beberapa orang staf. Tujuan kami studi banding di kelurahan Muja-Muju Kecamatan Umbul Harjo Kota Yogyakarta ini, tak lain tak bukan untuk belajar pengelolaan dana Kelurahan yang mana mereka pasti sudah punya pengalaman. Banyak hal yang kami dapat disana, terutama cara pengelolaan dana Kelurahan serta cara cara penerapan di lapangan dana tersebut. Acara kita sangat padat di Yogya. Selain berkunjung ke Kantor Kelurahan Muja-Muju, kita juga menyempatkan diri meninjau kebeberapa titik pembangunan di lapangan, dan terakhir kita menyambangi Kantor Kecamatan Umbul Harjo, guna mencari tahu tentang sistem Pelayanan Terpadu Kecamatan disana”, jelas Wan Suhardi dengan panjang lebar.

“Mudah-mudahan dengan belajar ke Yogyakarta ini semua Lurah dapat melaksanakan dana kelurahan dengan baik, baik secara adminstrasi maupun pelaksanaan di lapangannya”, pungkas Wan Suhardi  menutup perbincangannya bersama Pewarta Kota Srindit. (Wan’s/Elki, Warta Kota Srindit, 23/08/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *