Pasar Ikan Ranai Akan Menjadi Sasaran Penilaian Kabupaten Sehat

Warta Kota Srindit; Informasi yang diterima oleh Forum Kabupaten Sehat, bahwasanya yang akan menjadi sasaran utama penilaian Tim Verifikasi Kabupaten Sehat dari Bapenas, adalah Pasar Ikan dan Pasar Sayur Ranai Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Maka tak heran bila Pasar Ikan dan Pasar Sayur tersebut, mendapat perhatian khusus dari Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Natuna. Natuna, Ny. Hj. Nurhayati Abdul Hamid Rizal menyatakan bahwa, pemilihan Pasar Ikan dan Pasar Sayur Ranai sebagai titik fokus penilaian tim dari pusat dengan pertimbangan bahwa pasar di kota manapun ia berada, merupakan titik timbunan sampah, dan pasar cendrung tidak tertata rapi dan apalagi bersih.

“Dimana-mana kan pasar ikan maupun pasar sayur ini selalu identik dengan tempat menumuknya sampah dari sisa-sisa barang jualan atau limbah pasar, baik ikan maupun sayur. Dan limbah itu selalu tidak terkelola dengan baik. Maka dari itu, pasar menjadi indikator utama penilaian. Kalau lingkungan pasar sudah bersih, maka yang lainnya dianggap bersih. Tapi bila pasar kotor, kumuh, sudah dipastikan lingkungan lain pasti kotor”, terang Nurhayati ketika ditemui Pewarta Kota Srindit disela-sela kesibukannya meninjau Pasar Kota Ranai yang didampingi oleh Camat Bunguran Timur, H. Wan Suhardi.

Ketua Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Natuna dan Tim meninjau Pasar Ikan dan Pasar Sayur Ranai didampingi Camat dan Lurah se Kecamatan Bunguran TImur

“Jadi kita minta bantu betul kepada seluruh stake holder yang terkait dengan pasar ini, agar memperhatikan kebersihan pasar. Kegiatan verifikasi dari pusat akan berlangsung pada tanggal 23 sampai dengan 26 September mendatang. Jadi mulai dari sekarang kita minta kepada semua pihak agar memperhatikan kebersihan pasar ini, menjelang tanggal tersebut”, sambung Istri Bupati Natuna itu.

Sedangkan Camat Bunguran Timur dalam keterangannya kepada Pewarta Kota Srindit menjelaskan bahwa, sesungguhnya lingkungan yang bersih itu menjadi dambaan semua orang, termasuk masyarakat Bunguran Timur. Hanya kebiasaan-kebiasaan buruk yang selama ini dilakukan oleh masyarakat, misalnya membuang samah tidak pada tempatnya, masih sulit untuk diubah.

Lurah Ranai memberikan penjelasan tentang kondisi Pasar Ikan dan Pasar Sayur Ranai kepada Ketua Forum Natuna Sehat

“Kalau ditanya apakah mereka suka dengan lingkungan bersih, tentu jawabnya suka. Tetapi upaya agar lingkungan tetap bersih, itu yang masih kurang. Untuk itu kita berharap agar masyarakat mengubah cara berpikirnya tentang budaya hidup bersih ini. Lingkungan yang bersih tidak dapat diciptakan oleh kegiatan gotong royong semata. Tetapi sikap yang selalu ingin bersih dari setiap individu, dengan meletakkan sampah atau limbah apapun juga sesuai pada tempatnya, itu yang menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan yang bersih. Sebab akhir-akhir ini, dengan alasan kesibukan masing-masing, maka waktu bergotong royong hampir tidak ada. Nah tentu solusi yang paling tepat adalah membiasakan diri meletakkan sampah pada tempatnya, adalah cara yang paling ampuh untuk menjadikan lingkungan kita bersih. Dan upaya ini tidak hanya untuk keperluan verifikasi dari tim penilai, tetapi harus selama-lamanya. Bukankah  lingkungan yang bersih itu untuk kita yang hidup dan tinggal dilingkungan itu, hingga kita semua dapat hidup sehat”, kata Wan Suhardi.

Harapan semua pihak tentunya Natuna akan berhasil menjadi Kabupaten Sehat, dan masyarakatnya semua menjadi sehat. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 23/08/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *