RDTR Perkotaan Ranai Kembali di Bahas

Warta Kota Srindit; Rencana Detil Tata Ruang Perkotaan Ranai kembali dibahas, setelah 3 tahun yang lalu, RDTR yang sama pernah dibahas di Kabupaten Natuna. Kegiatan bertajuk Konsultasi Publik I Evaluasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Perkotaan Ranai dan Pelingkupan Isu Untuk Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Perkotaan Ranai itu, berlangsung di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Bunguran Timur Rabu pagi (11/09/2019). Hadir dalam Kegiatan terebut, Camat Bunguran Timur Wan Suhardi dan Camat Bunguran Tengah Saidir, Kepala Seski Perencanaan dan Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Natuna Rudiansyah, Para Lurah dan Kepala Desa serta tokoh masyarakat dari du Kecamatan, yaitu Kecamatan Bunguran Timur dan Bunguran Tengah.

 

Menurut Kasi Perencanaan dan Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Natuna, Ridiansyah mewakili Kepala Dinas PUPR menyatakan bahwa, sesungguhnya Natuna sudah memiliki dokumen RDTR Perkotaan Ranai, namun dokumen tersebut sudah 3 tahun berproses dan progres perkembangan penduduk di Ibu Kota Kabupaten Natuna sangat tinggi, maka dokumen tersebut dirasakan perlu untuk dievaluasi kembali.

“Dengan adanya perkembangan penduduk Kota Ranai sangat pesat, maka menjadi wajib bagi kami untuk mengevaluasi dokumen tersebut. Selain itu, karena Kota Ranai sudah ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN), maka dokumen ini tidak lagi ditetapkan salam bentuk Peraturan Daerah, tetapi melainan harus melalui Peraturan Presiden”, Terang Rudiansyah salam sambutan sekapur sirihnya.

Sementara Camat Bunguran Timur H. Wan Suhardi, yang diminta untuk membuka acara tersebut dalam sambutannya mengatakan bahwa sudah selayaknya masyarakat Ranai, khsusunya dan masyarakat Bunguran Timur umumnya, memikirkan sebuahkota baru yang tertata dan terencana dengan baik, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Natuna dimasa yang akan datang.

“Kita pasti sepakat bila ada yang mengatakan bahwa Kota Ranai yang ada hari ini, adalah sebuah kota tumbuh dari sebuah perkampungan, sesuai dengan keperluan masayrakat Bunguran Timur tempo dulu. Dia bukan sebuah kota yang terencana dengan baik. Jalan misalnya, jalan-jalan kita yang ada saat ini, adalah jalan-jalan masyarakat yang sesuai dengan keperluan masyarakat kala itu, dan hari ini ditingkatkan statusnya oleh pemerintah, baik pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten Natuna sendiri”, jelas Wan Suhardi.

“Lalu andaikan pertemuan hari menghasilkan sebuah keputusan baru, dimana kita bersepakat untuk memiliki sebuah kota baru yang dirancang dan direncanakan dengan sebaik mungkin, itu artinya semua yang hadir hari ini, adalah pelaku sejarah lahirnya kota baru tersebut. Sejarah akan mencatatnya dan generasi penerus kita ayang akan membacanya”, tambah Wan Suhardi guna memotivasi masyarakatnya.

Ada dua orang tenaga ahli yang didatangkan khusus oleh Dinas PUPR Kabupaten Natuna,  antara lain Tenaga Ahli Rancang Kota Heri Purnomo, dan Tenaga Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota Yan Heldi. Menurut Heru Purnomo dalam pemaparannya bahwa awalnya, lingkup pengembangan kota Ranai hanya sebatas Batu Rusia untuk arah Utara, dan Sungai Ulu untuk bagian Selatan. Namun dari data pertumbuhan penduduk yang pasti akan berbanding lurus dengan pertumbuhan pemukiman dan penggunaan lahan, maka lingkup pengembangan ini harus dikembangkan atau diperluas.

“Kita akan memperluan wilayah pengembangan Kota Ranai. Jadi yang dimaksudkan degan Kota Ranai nantinya, tidak sebatas Keluruahan Ranai Saja atau Bunguran Timur saja. Tetapi akan diperluan hingga Desa Sepempang untuk arah Utara, dan Desa Harapan Jaya untuk arah Tengah, serta Bunguran Selatan bagian Utara atau Desa Cemaga Utara. Nah ketika kita akan membangun, pasti ada pengorbanan, setidaknya pengorbanan lahan masyarakat yang terkena dampak pembangunan itu sendiri”, Jelas Heri Purnomo yang sudah dipercayakan oleh pemerintah untuk merancang Kota Ranai sejak era BP3N itu.

Tentu semua masyarakat Natuna berharap, agar rencana pengembangan Kota Ranai itu tidak sebatas rencana yang berhenti diatas kertas saja, tetapi dapat direalisasikan dalam waktu dekat, hingga masyarakat Natuna benar-benar memiliki kota yang dapat dibanggakan di masa yang akan datang. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 11/09/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *