Akankah Kecamatan Baru Akan Lahir?

Warta Kota Srindit; Wacana memekarkan kecamatan dengan alasan percepatan dan  pemerataan pembangunan terus bergulir. Desa Sungai Ulu dan Desa Batu Gajah Kecamatan Bunguran Timur misalnya, melalui para pemuda terdidiknya, pertengahan tahun 2014 lalu, telah menyusun Proposal Pemekaran Kefamatan Baru, dan melayangkannya kepada Pemerintah Kabupaten Natuna, melalui Pemerintah Kecamatan Bunguran Timur.

Tim Verifikator dari Umrah, bertemu dengan Ketua Panitia Pemekaran, Subihi, S.Pd

Setelah terdiam selama lebih kurang 5 tahun, kini wacana itu mencuat kembali dengan hadirnya Tim Verifikator dari Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, untuk memverifikasi kelayakan dua desa tersebut menjadi sebuah kecamatan baru. Kehadiran Tim Verifikator yang terdiri dari 3 orang, dan dipimpin oleh Bismar Arianto itu, hadir kesekian kalinya di Natuna, guna melengkapi data primer dan skunder, untuk dikaji lebih lanjut tentang kelayakan dua tersebut menjadi sebuah kecamatan baru.

Tim Verifikator mendapatkan penjelasan dari Camat Bunguran TImur tentang peta wilayah yang akan dimekarkan

Menurut Bismar, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Natuna untuk membantu memberikan pertimbangan teknis secara objektif berdasarkan keilmuan, tentangan kelayakan  pemekaran.

“Kita diminta oleh Pemerintah Kabupaten Natuna untuk memberikan pertimbangan keilmuannya, apakah dua desa ini layak atau tidak menjadi sebuah kecamatan baru. Jadi sifatnya kita menghimpun data dilapangan guna melengkapi data yang sudah ada, dan selanjutnya memberikan pertimbangan teknis secara objektif”, terang Bismar.

Sekretaris Desa Sungai Ulu, Harjo tengah diwawancara oleh Verifikator

Sedangkan menurut Ketua Panitia Pemekaran, Subihi, S.Pd, alasan utama untuk memekarkan desanya menjadi sebuah kecamatan baru adalah guna mempercepat roda pembangunan di daerahnya yang selama ini dirasakan masih sangat jauh tertinggal.

“Alasan kami sederhana saja, mempercepat proses pembangunan di daerah kami. Desa kami terletak tidak jauh dari ibukota kabupaten, tetapi kami merasa proses pembangunan itu sangat lambat. Jadi satu-satunya cara terbaik adalah dengan menjadikan dua desa ini menjadi sebuah kecamatan”, terang Subihi ketika ditemui Pewarta Kota Srindit.

Sementara Camat Bunguran Timur H. Wan Suhardi ketika ditanya tanggapannya tentang wacana pemekaran ini, menyambut baik upaya yang telah dilakukan sekelompok pemuda di Desa Sungai Ulu dan Desa Batu Gajah, untuk menjadikan daerah mereka sebuah kecamatan baru.

Virifikator dengan sangat serius meneliti peta wilayah hasil pemetaan Tenaga Ahli Perencanaan RDTR Perkotaan Ranai yang diperlihatkan oleh Camat Bunguran TImur

“Kita meresponnya positif. Menurut saya hal ini adalah upaya cerdas dari para pemuda yang berpikir tentang masa depan. Dan setahu saya, uapay ini sudah lama, yaitu sejak tahun 2014 lalu. Dan sepertinya hal ini terus berproses. Cuma pasti harus dikaji secara seksama dan cermat tentang kelayakannya. Tentu berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang ad.”, jelas Wan Suhardi.

 “Untuk urusan layak atau tidaknya, ya kita serahkan saja pada ahlinya. Sebab kita tidak mau, setelah kecamatan baru ini terwujut, lalu kemudian muncul persoalan baru, yang justru menghambat proses pembangunan itu sendiri. Yang jelas uapaya tersebut positif dan kita mendukungnya”, pungkas Wan Suhardi. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 16/09/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *