Bidan Kampung dan Bidan Kesehatan Harus Bersinergi

Warta Kota Srindit; Upaya pemerintah untuk menyelamatkan para ibu hamil dan bayi yang akan dilahirkan, nampaknya tidak pernah berhenti. Berbagai program dan usaha dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Sebut saja misalnya, Program Kemitraan Bidan Kampung dan Bidan Kesehatan, terus digesa guna menjamin pola kerja sama yang baik antara Bidan Kampung atau yang lebih dikenal dengan istilah Dukun Beranak dan Bidan Kesehatan, tetap terjalin dengan baik.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Puskesmas Ranai, dalam sambutannya pada acara pembukaan Kemitraan Bidan Kamung dan Bidan Kesehatan, di ruang rapat Kantor Kecamatan Bunguran Timur, Kamis (19/09/2019).

“Kita paham benar tentang peran Bidan Kampung dalam membantu ibu-ibu yang akan melahirkan. Dan usaha tersebut kita hargai. Namun secara medis, pertolongan bagi ibu-ibu melahirkan yang dilakukan oleh Bidan Kampung, dianggap masih belum memenuhi standar kesehatan. Untuk itu, kita merasa perlu untuk menjalin kerja sama atau kemintraan ini, guna menjamin keselamatan nyawa bagi ibu-ibu melahirkan, maupun bayi yang akan dilahirkan”, kata Nazri.

“Kita tidak lagi menggunakan istilah “Dukun Beranak” bagi para bidan tradisional ini. Sekarang kita menggunakan istilah “Bidan Kampung”, biar tidak ada kesan magisnya disana”, tambah Kepala Puskesmas Ranai itu.

Para Bidan Kampung yang telah dengan aktif melaporkan pristiwa melahirkan di daerahnya kepada Bidan Kesehatan, menerima penghargaan dari Puskesmas Ranai

Dibagian lain, Camat Bunguran Timur dalam Sambutannya menyebutkan bahwa dua keahlian yang dimiliki oleh para bidan ini memang patut disatukan. Sebab dirinya yakin bahwa ada hal-hal tertentu yang tidak dapat dilakukan oleh para Bidan Kesehatan, dan begitu juga sebliknya, ada hal-hal tertentu yang tidak dapat dilakukan oleh pihak Bidan Kesehatan. Untuk itu, keahlian yang sama dari disiplin ilmu yang berbeda ini, patut disinergikan, untuk keselamatan para ibu hamil dan bayi yang dilairkan.

“Rivalitas antara Bidan Kampung dan Bidan Kesehatan harus segera dihentikan. Maksudnya, tidak ada yang merasa tersaingi, tetapi sebaliknya harus merasa saling membantu satu sama lain, demi keselamatan nyawa ibu melahirkan dan sekaligus bayi yang akan dilahirkan”, tegas Wan Suhardi.

“Sebab para bidan ini sama-sama ahli dibidangnya, sesuai dengan ilmu yang dimiliki. Untuk urusan urut mengurut dan jampi-jampi, itu bian kampung ahlinya. Sementara untuk urusan pemeriksaan kesehatan fisik ibu yang akan melahirkan, tekanan darah dan segala macam pernak pernik kesehatan, bidan ksehatan ahlinya. Jadi bila dua keahlian ini disatukan, maka akan menjadi sebuah kekuatan besar dalam upaya penyelematan ibu-ibu yang melahirkan. Hasil selanjutnya, tentu baru kita serahkan kepada Allah Swt”, tambah Wan Suhardi sambil berseloroh, sebelum membuka acara tersebut secara resmi.

Untuk menjalin kemitraan yang terus berkelanjutan, pihak Puskesmas Ranai memberikan penghargaan kepada Bidan Kampung, yang melaporkan kepada Bidan Kesehatan, setiap  pristiwa melahirkan di daerahnya. Pada kesempatan yang sama, pihak Puskesmas Ranai menyerahkan penghargaan kepada Bidan Kampung Batu Hitam,  yang telah melaporkan sebanyak 150 pristiwa melahirkan di kawasan tersebut. Bidan Kampung tersebut sekaligus dinobatkan sebagai bidan terbaik dalam hubungan kemitraan ini. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 19/09/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *