Relawan Sisir Sampah di 3 Titik

Warta Kota Srindit; Dalam rangka memperingati Hari Sampah Sedunia (World Clean Up Day) yang jatuh pada tanggal 21 September setiap tahunnya, Komunitas Mapala STAI Natuna, bekerja sama dengan beberapa komunitas lainnya, menggelar kegiatan bersih pantai. Kegiatan bersih-bersih patai yang didukung penuh oleh Kecamatan Bunguran Timur itu, menyasar tiga lokasi penting di Kelurahan Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, antara lain Pantai Kampung Jemengan, Pantai Lapangan Srindit, dan Alur Sungai Ranai.

Relawan WCD berpose bersama setelah melakukan kegiatan bersih-bersih di pantai Kampung Jemengan

Ketua Panitia Penyelenggara Usman menjelaskan, bahwa pihaknya mengikutsertakan banyak pihak dalam kegiatan WCD (World Clean up Day) ini, tujuannya adalah untuk membangkitkan semangat dan cinta terhadap lingkungan. Sebab menurutnya untuk mengubah kebiasaan masyarakat dari prilaku hidup yang kurang memperhatikan lingkungan yang bersih hingga memiliki budaya hidup bersih, tidaklah mudah.

Kondisi Pantai Kampung Jemengan sebelum dibersihkan

“Kegiatan ini kita lakukan tidak lain tidak bukan bertujuan untuk mengatakan kepada masyarakat luas, bahwa masih ada komunitas di Kabupaten Natuna ini yang perduli dengan lingkungan. Sekaligus kami mengajak masyarakat semua, untuk peduli dengan lingkungan. Kita juga mendeklarasikan 13 juta relawan di seluruh Indonesia untuk melakukan kegiatan gotong royong masal ini. Dan hari ini, di Bunguran Timur, kita semua berjumlah kurang lebih 600 orang, adalah bagian dari 13 juta relawan tersebut”, kata Usman dengan penuh semangat.

Kondisi Pantai Kampung Jemengan setelah dibersihkan

 

Hadir pada acara pembukaan kegiatan WCD yang berlangsung di Lapangan Bola Srindit  tersebut, Wakil Bupati Natuna, Dra. H. Ngesti Yuni Suprapti, Camat Bunguran Timur dan perwakilan dari TNI Polri. Dalam sambutannya Ngesti menyampaikan apresiasi yang setingginya kepada seluruh relawan, yang telah mau berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Lingkungan yang bersih itu adalah milik kita. Yang menentukan lingkungan itu bersih atau kotor juga kita semua. Untuk itu kami sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh relawan, baik dari TNI Polri maupun pelajar, atau komonitas lainnya yang telah bergabung hari ini, untuk melakukan kegiatan kebersihan, dalam rangka World Clean up Day ini. Pemerintah Kabupaten Natuna akan terus mendukung kegiatan ini”, tegas Ngesti dalam sambutannya.

Tanaman Cabai yang tumbuh di Pantai Lapangan Srindit, dari sisa hasil  sampah buangan pedagang Pasar Ranai

Sementara ditempat terpisah, Camat Bunguran Timur H. Wan Suhardi, ketika ditemui Pewarta Kota Srindit di lokasi kegiatan menyayangkan sikap apatis masyarakat yang ada dilokasi kegiatan.

“Seharusnya mereka membuka lebar-lebar hati nurani mereka. Ketika ada oran lain yang datang beramai-ramai ke lingkungan mereka, melakukan kegiatan sosial, bergotong royong atau entah apalah namanya, mereka harus hadir di sana, sebagai ucapan terima kasih kepada orang lain, bahwa orang lain sudah membantu mereka untuk membersihkan lingkungan. Sekarang coba dilihat sendiri, kita goro, mereka tidur. Hanya 3 orang warga saja yang keluar membantu. Lalu, yang lain kemana”, tanya Wan Suhardi kesal.

Dari tiga lokasi kegiatan, terkumpul sebanyak 1282 kg sampah plastik. Semua sampah-sampah plastik yang dipungut disepanjang pantai, dan dibawah rumah penduduk itu, diangkut ke TPA dengan menggunakan Mobil Sampah milik DLH Kabupaten Natuna. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 21/09/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *