Suka dan Duka Natuna Expo

Warta Kota Srindit; Perhelatan Natuna Expo 2019 sudah berlalu. Agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Natuna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Natuna ke 20 yang berlangsung sejak tanggal 6 Oktober hingga 12 Oktober 2019 itu, telah ditutup secara resmi oleh Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si minggu malam (12/10/2019). Semuanya berjalan lancar dan sukses. Alhamdulillillah.

Namun, kegiatan yang menguras tenaga dan pikiran serta sedikit pendanaan itu, pastilah menyisakan suka dan duka bagi para seluruh partisipan. Begitu juga bagi Kecamatan Bunguran Timur, yang ikut ambil bagian dalam pesta tahunan tersebut.

Camat mengawas langsung pembangunan Stand Pameran KecamatanBunguran Timur pada Natuna Expo

Bagi Kecamatan Bunguran Timur untuk ikut berpartisipasi dalam kegiaan Natuna Expo 2019 adalah sebuah keniscayaan. Karena Bunguran Timur sebagai ibukota Kabupaten Natuna dimana tempat diselenggarakan kegiatan tersebut, merupakan tumpuan ribuan mata dan telinga serta mulut, untuk siap memberikan penilaian melalui berbagai madia yang ada. Selain itu, rasa bangga atas perkembangan dan kemajuan yang telah dicapai oleh Kabupaten Natuna, membuat Camat Bunguran Timur harus mensinergikan seluruh kekuatan, potensi dan energi  yang ada, guna berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Camat memberikan penjelasan tentang materi Pameran kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Natuna, Ny. Hj. Nurhayati Hamid Rizal

Kesiapan seluruh Lurah dan Kepala Desa yang ada, ditambah lagi dengan semangat tempur yang menggebu-gebu dari para pegawai, serta dukungan masyrakat, terakumulasi sebagai pemantik bagi Camat Bunguran Timur, untuk ikut andil dalam perhelatan akbar itu.

Kasubag TU dan Kepegawaian, Wan Anuriah Ikut menampi Eping Padi

Betapa tidak, para pegawai dari semua klas dan tingkat jabatan, menyatakan diri siap bergotong royong, menjadi tukang dan sekaligus arsitek dadakan, untuk menyiapkan sebuah stand pameran yang sederhana sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada. Ibu-ibu PKK Kecamatan berikrar siap menyumbangkan semua karyanya untuk dipamerkan di Stand Pameran. Puskesmas Ranai menyiapkan tenaga medisnya setiap hari di Stand Pameran guna memberikan pelayanan Posbindu kepada pengunjung. Masyarakat seni Desa dan Kelurahan, siap tampil dengan hanya bermodalkan hidangan kue dan segelas air mineral. Sebut saja misalnya Sanggar Silat Desa Sungai Ulu, Hadrah dan Alu dari Desa Batu Gajah. Lalu kemudian Kelompok Kesenian Ayam Sudur dari Kelurahan Ranai Darat, dan menyusul Zapin dan Drum Bend Palstik dari SD Negeri 005 Desa Sepempang. Semuanya ikut andil dengan menampilkan kebolehan mereka masing, tanpa harus dibayar serupiah pun.

Aksi Mayoret Drum Bend Plastik SD 005 Sepempang

Kesenian Ayam Sudur Kelurahan Ranai Darat, yang dimainkan oleh Pelajar kelas 4 SD

Kasi Tantib Kelurahan Batu Hitam Adi Aswandi sedang adu kebolehan bersilat dengan pesilat handal dari Desa Sungai Ulu

 

Camat ikut bergendang dengan Penggendang Kesenian Hadrah dari Desa Batu Gajah

Untuk memberikan motivasi kepada para pelaku seni tardisional, Camat Bunguran Timur pun tak segan-segan ikut memainkan gendang Zapin bersama Maestro Zapin dari Desa Sepempang

Musik Alu yang sudah lama tidak terdengar, kini terjadi di Stand Pameran Bunguran Timur pada ajang Natuna Expo 2019

“Yang pendeng kami depat mein tengah ughang ghamai, lah jedi pak Camat”, ungkap beberapa orang pentolan kesenian tradisional Kecamatan Bunguran Timur itu serentak, kepada Pewarta Kota Srindit.

Ya, yang penting diberikan kesempatan hadir ditengah-kemeriahan Natuna Expo, merupakan sebuah kebanggaan bagi para maestro kesenian tradisional itu. Betapa tidak, keberadaan mereka sudah terlalu lama dilupakan oleh para penikmatnya. Tak tahu entah mengapa. Kegiatan kesenian tradsional di daerah ini seakan ditelan masa. Tidak sampai hitungan ratusan lagi orang berbagangga dengan keseian tradisional. Padahal nila seninya, semakin hari akan semakin mahal dan dicari-cari. Akankah kita sebagai anak jati membiarkan mereka berkecai bagaikan serpihan misiu yang baru saja terlepas dari selongsongnya? Jawablah dengan jujur, namun bukan sekarang.

Canda dan tawa terukir sepanjang masa dalam kurun waktu satu minggu. Petikan dan jepretan photo selfi pun tak terkira jumlahnya. Semuanya menggambarkan ungkapan kegembiraan. Itulah kesan suka yang tak kan pernah terlupakan.

Lalu apakah masih ada duka? Tentu saja masih. Karena suka dan duka selalu berjalan seiring. Dia adalah dua hal yang tak terpisahkan satu sama lainnya. Bagikan dua sisi mata uang, suka dan duka selalu hadir bersama-sama meskipun pada sisi yang berbeda.

Kasi Trantib Kelurahan Ranai Darat, Eddy Iskandar sedang berupaya membetulkan atap tenda yang bocor

Babinkantibmas, Lurah Ranai Darat, Seklur Ranai, sedang disibukkan dengan atap Tanda yang bocor

Kemampuan bertukang para Pegawai ini  tak seberapa, tapi hebohnya mendunia

Sebut saja ketika, petugas stand yang harus basah kuyup diguyur hujan karena bagian atap stand banyak yang bocor. Atau seorang kasi yang harus naik keatas tenda stand, untuk memasang atap pelapis, hingga petugas tidak lagi menggigit jari karena kedinginan. Dan belum lagi Camat yang setiap saat harus marah, karena pekerjaan tidak sesuai selera. Maklum, “Tukang Berandal, Goyang sedikit cukup di Sendal”, kata orang Ranai.

“Bagaiaman saya tidak marah, memasang printing dekor tiga lembar, mikirnya setengah hari. Apa tidak rugi tokenya ini”, kata Camat sambil tertawa.

“Iya, beliau memang tertawa, tapi tertawa raja. Selesai tertawa, hukuman menanti”, kata Wan Fendi si Juragan ikan itu.

Camat memberikan Piagam Penghargaan kepada seluruh pengisi acara Kesenian Tradisional pada puncak kegiatan hari Jadi Kabupaten Natuna ke 20, 12 Oktober 2019

Selanjutnya Camat mengucapkan terimakasih kepada semua, tanpa pilih kasih, dan menyampaikan permohonan maaf, tanpa memandang kelas dan jabatan. Dengan harapan, semangat kebersamaan itu akan terus terjalin. Sukses untuk Kecamatan Buguran Timur. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 17/10/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *