Dokumen PPKD akan Segera Rampung

Warta Kota Srindit; Bak batang buruk yang terendam, dan terlalu lama terbiar tanpa tersentuh sedikitpun oleh generasi pemiliknya, ada puluhan dan bahkan ratusan pernak pernik Adat dan Tradisi serta Kebudayaan melayu Kabupaten Natuna, seakan tenggelam ditelan zaman. Upaya untuk mengangkatnyapun terasa semakin berat dan banyak rintangan. Namun tuntutan kehidupan masa kini, mengharuskan beban yang berat tersebut menjadi ringan dan tidak berpenghalang. Hingga batang buruk itu dapat diselamatkan dari kepunahannya.

Undang-undang no 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan merupakan pematik semangat sekelompok kecil anak negeri diujung Utara Indonesia ini, untuk mencoba mengurai berbagai persoalan yang ada, guna mengangkat dan mengabarkan kembali kepada pemiliknya, tentang betapa penting, mahal dan tingginya nilai-nilai Adat, Tradisi dan Kebudayaan yang pernah dimiliki oleh masyrakat Kabupaten Natuna, yang dulu lebih dikenal dengan sebutan Pulau Tujuh. Namun kini, pernak-pernak Atat, Tradisi dan Kebudayaan itu tengah tersimpuan di ceruk-ceruk kehidupan masyarakt itu sendiri.

Camat Bunguran Timur H. Wan Suhardi, selaku anak negeri yang dipercayakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna untuk memimpin kelompok kecil tersebut, guna menelusuri dan berusaha untuk mengingat, mengidentifikasi, lalu kemudian mencatatdan membukukannya menjadi sebuah dokumen tinggalan sejarah bagi generasi mendatang.

Tim dengan sebutan Penyusun Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Natuna itu, sudah mulai bekerja sejak akhir 2018 lalu dan telah menghasilkan dokumen catatan pernak pernik Adat, Tradisi dan Kebudayaan setebal 180 halaman. Namun Dokumen tersebut masih dianggap belum sempurna. Lalu pada tahu 2019 ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, kembali meminta Tim yang sama untuk melakukan penyumpurnaan dokumen.

Kesenian Bardah dari Desa Gajah, merupakan kesenian tardisional Kabupaten Natuna yang kini hampir punah

Sebagai Ketua Tim, H . Wan Suhardi merasa senang dan berbangga atas kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna. Karena menurutnya, setidaknya ada peluang bagi dirinya dan beberapa tokoh yang lain, untuk mewariskan catatan sejarah bagi untuk generasi mendatang.

“Kami senang dan bangga sekali atas tugas yang diberikan ini. Dan insya’allah kami akan bekerja ikhlas. Karena dokumen yang terhimpun ini, pasti akan menjadi tinggalan sejarah yang dapat dibaca oleh siapun juga, terutama anak cucu kami nanti. Mudah-mudahan dokumen ini akan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Natuna di masa yang akan datang. Insya’allah Tim ini akan bekerja hingga akhir tahun 2019 ini, dan Dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kabupaten Natuna tersebut, akat segera kita miliki”, tutur Wan Suhardi dengan penuh semangat. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 29/10/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *