Aknakah PID akan Tutup Usia ?

Warta Kota Srindit; Sudah menjadi sebuah keniscayaan bahwa bila terjadi perubahan pucuk pimpinan, maka akan berubah juga kebijakan yang akan diturunkan kebawahnya. Tidak terkecuali perubahan menteri atau jabatan apapun juga, bila terjadi pergantian pejabatnya, maka akan berganti pula program atau sistem yang akan diterapkan. Tak perduli apakah program atau kebijakan yang dilaksanakan baik menurut banyak pihak.

Sebut sajalah pergantian posisi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, yang lima tahun sebelumnya dijabat oleh Eko Putro Sanjoyo yang dengan berani menggelontorkan dana desa dalam jumlah yang tidak sedikit dan disandingkankan dengan sebuah program yang populer dengan sebutan Program Inovasi Desa (PID). Program pengembangan dan peningkatan kapasitas desa yang ditengarai dapat mendongkrak perekonomian masyarakat desa itu, ternyata terancam tutup usia akhir 2019 ini. Pasalnya posisi Eko Putro Sanjoyo sudah diganti oleh Abdul Halim Iskandar.

Lalu apakah Abdul Halim Iskandar akan serta merta menghentikan program nasional yang sudah sangat pamiliar dengan aparat dan masyarakat desa itu. Jawabannya masih “Entahlah” alias belum pasti. Yang pasti, para pelaksana, mulai dari tingkat pusat hingga pelaksana tingkat desa, kini mulai gusar dengan adanya pergantian tersebut.

Sebut saja para Konsultan, Satuan Kerja, Tenaga Ahli, baik Tenaga Ahli Provinsi maupun Tenaga Ahli Kabupaten, sampai pada tenaga pendamping lapangan di Desa, yang jumlahnya mencapai angka puluhan ribu orang, kini mulai menyusun strategi dan langkah-langkah antisipasi, agar Program Inovasi Desa yang sudah terbukti dapat menumbuhkembangkan perekonomian di desa itu, akan terus berlanjut.

Andaikan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertingal, tidak lagi berkeinginan untuk meneruskan PID, maka diharapkan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten, dapat mengalokasikan anggarannya untuk menyambung napas kejayaan PID selama lima tahun sebelumnya.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Inovasi Desa tahap II Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung di Hotel Golden View Bengkong Laut, Batam minggu lalu. Rakor yang dihadiri oleh Konsultan Inovasi Desa dari Jakarta, Para kepala DPMD, BP3D, Tenaga Ahli Provinsi dan Kabupaten, para Tenaga Pendamping Desa dan Tenaga Pendamping Inovasi Desa, serta perwakilan 1 orang Camat dari setiap Kabupaten, membicarakan solusi yang harus ditempuh oleh semua stake holder, guna berupaya terus mengibarkan panji-panji kejayaan Progaram Inovasi Desa.

Sudah begitu kritis kah, sendi-sendi kehidupan PID? Jawabannya masih “Entahlah”. Mudah-mudahan ada sebuah keajaiban baru, hingga keberlangsungan PID masih tetap terpelihara, meskipun dalam bungkusan dan kemasan program baru dan sedikit berbeda. Aamiin. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 10/11/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *