350 Camat Perbatasan Hadir di Jakarta

Warta Kota Srindit; Camat di perbatasan negara memiliki peran strategis. Selain menjalankan fungsi pemerintahan di lini terdepan juga turut menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tantangan yang dihadapi Camat Perbatasan kedepan terus berkembang dan dinamis seperti permasalahan Ketimpangan Wilayah, Kemiskinan, Aktivitas Ilegal, termasuk Kejahatan Transnasional, serta berbagai potensi gangguan wilayah lainnya. Selain itu ada pula tantangan dibidang pemerintahan antara lain, Keterbatasan baik kondisi Sarana dan Prasarana Pemerintahan, Tata Kelola, maupun Kapasitas SDM Aparatur.

Untuk itu perlu terus dibangun Koordinasi dan Komunikasi bersama Camat Perbatasan guna meningkatkan Kapasitas Aparatur dalam melaksanakan Pelayanan Publik, dalam rangka mendukung dan memperkuat pengelolaan Batas WilayahNegara dan Kawasan Perbatasan Negara. Hal tersebut dikemukakan oleh Plt. Sekretaris Badan Pengelola Perbatasan Suhajar Dewantoro dalam laporannya pada acara Pembukaan Rakor Peningkatan Kapasitas Camat Perbatasan di Royal Kuningan Hotel Jakarta.

Rakor yang dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri Prof. DR. Tito Kanarvian itu diikuti oleh 350 orang Camat Kawasan Perbatasan Negara, termasuk diantaranya 11 orang Camat dari Kabupaten Natuna, antara lain : Camat Bunguran Timur, Bunguran Barat, Bunguran Timur Laut, Bunguran Selatan, Camat Serasandan Serasan Timur, Subi, Pulau Laut, Pulau Tiga dan Camat Midai.

Rakor yang berlangsung selama 3 hari tersebut, mengetengahkan materi Rakor antara lain : Penguatan Kewaspadaan Nasional, Pengawasan Lintas Batas Negara terkait Keimigrasian dan Kepabeanan serta kekarantinaan, Penyelenggaraan Pemerintahan dan Peningkatan Pelayanan Publik, Arah Kebijakan Pengelolaan Perbatasan Negara yang mendukung Program Indonesia Maju, serta materi tentang Budaya dan Wasbang dengan mengadakan kunjungan ke Perpustakaan Nasional RI.

Dalam Sambutannya, Tito Kanarvian menybutkan bahwa saat ini pemerintah sedang serius memperhatikan kawasan perbatasan. Sebab sebagai wilayah yang berada di garis terdepan Negara Kesatuan Republik Inondesia, Kecamatan di Kawasan Perbatasan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai jenis kejahatan transnasional, seperti Peredaran Narkoba, Penyelubdupan, Pencurian ikan dan bahkanper dagangan manusia, serta kejahatan-kejahatan lainnya.

“Kecamatan Perbatasan merupakan Gerbang utama masuknya berbagai jenis kejahatan dari negara lain. Untuk itu tidak ada pilihan lain bagi pemerintah dalam upaya menjaga ketahanan nasional ini, kecuali dengan memperkuat kapasitas Camat di Kawasan Perbatasan, serta membangun sarana dan prasarana yang memadai, hingga pengaruh-pengaruh buruk yang kemungkinan besar akan masuk dari negara lain, dapat kita tangkal sedini mungkin”, Jelas Mendagri mantan Kapolri itu.

“Untuk membangun Kawasan Perbatasan, harus dilakukan secara keroyokan, atau secara bersama, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah Provinsi dan pemerintah Kabupaten itu sendiri, hingga keterbatasan yang selama ini dikeluhkan oleh para aparatur yang bertugas di kawasan perbatasan negara, akan segara terselesaikan”, tambah Tito.

Untuk itu dia minta kepada seluruh jajaran kementerian terkait, pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, harus benar-benar memperhatikan Kawasan Perbatasan. Selain pembangunan sarana prasarana fisik, kapasitas aparaturnya juga harus terus ditingkatkan, dan bahkan peningkatan kesejahteraannya pun perlu terus diperhatikan. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 30/11/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *