Work-Shop Penanganan Stunting

Warta Kota Srindit; Stunting adalah kondisi gagal tumbuh dari seorang anak yang disebabkan oleh rendah atau kurangnya asupan gizi bagi anak pada masa pertumbuhan, khususnya pada 1000 hari pertama kehidupan, dimulai dari hari pertama kehamilan yang ditandai dengan tubuh anak menjadi pendek, atau tidak mencapai tinggi badan normal bagi pertumbuhan seorang anak.

Kurangnya asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain : kemiskinan, ketidakpahaman orang tua terhadap gizi yang diperlukan oleh sang Ibu hamil, dan nutrisi yang diperlukan oleh seorang anak, atau juga dapat disebabkan oleh tradisi pola makan masyarakat, khususnya para ibu hamil dan ibu yang menyusui paska melahirkan, hingga asupan gizi yang diperlukan baik oleh ibu hamil dan ibu-ibu yang sedangmenyusui itu, akan mengalami kekurangan gizi, hingga pada gilirannya ibu menjadi tidak sehat, serta pertumbuhan anak menjadi akan terganggu.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Rizal Rinaldi pada acara Work-Shop Penanganan Stunting di Kabupaten Natuna yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Natuna, Selasa (03/12/2019) di Desa Gunung Putri Kecamatan Bunguran Batubi. Lebih jauh rizal menjelaskan bahwa Stunting tidak hanya akan melahirkan anak-anak yang bertubuh pendek atau kerdil, tetapi juga pertumbuhan otak dari sang anak akan terganggu, hingga generasi yang cerdas dan berkualitas tidak akan terwujud.

“Penanganan Stunting menjadi sebuah tugas yang sangat serius bagi pemerintah dan kita semua. Sebab bila kondisi ini tidak segera teratasi, maka kita akan kehilangan generasi penerus yang berkualitas atau lost generation. Untuk itu, kita mengharapkan kesadaran dan komitmen kita semua, bahwa Stunting harus segera teratasi”, tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna itu.

“Untuk itu, upaya penanganan stunting perlu digesakan oleh semua elemen terkait, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat itu sendiri, hingga upaya untuk menekan terjadinya generasi yang hilang akan segera terwujud”, tegas Rizal.

 

Selain Kepala Dinas Kesehatan juga hadir narasumber yang lainnya, antara lain H. Nasoha dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna, Ilham Kauli dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Psykolog dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sumarni. Kegiatan Work-Shop disejalankan dengan peringatan Hari Ibu ke 91 itu, dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Natuna, Hj. Nurhayati Hamid Rizal. Dalam sambutannya Istri Bupati Natuna yang lebih akrab disapa Ibu Eti itu meminta kepada seluruh stake holder agar benar-benar serius dalam menanangi kasus stunting di Kabupaten Natuna. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 04/12/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *