DPRD Reses di Bunguran Timur

Warta Kota Srindit; 4 orang Anggota DPRD Kabupaten Natuna dari daerah pemihan (Dapil) I, yang terdiri dari Daeng Ganda Rakhmatullah, Jarmin Sidik, Daeng Amhar, dan Wan Arismunandar  ditambah 1 orang Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau asal pemilihan Natuna Ilyas Sabli, Rabu (11/12/2019) melaksanakan Reses masa sidang pertamanya di Kelurahan Bandarsyah Kecamatan Bunguran Timur. Sedangkan 4 orang Anggota DPRD Natuna Dapil I lainnya, menyambangi Desa Batu Gajah. Untuk kegiatan Reses di Kelurahan Bandarsyah, kegiatan dibuka langsung oleh Lurah Bandarsyah Suhardi, dan dihadiri oleh Camat Bunguran Timur H. Wan Suhardi.

Dalam diskusi yang dipandu langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Natuna Jarmin Sidik itu, banyak hal dan masalah serta permintaan yang disampaikan oleh masyarakat yang hadir. Diantaranya adalah pembangunan Drainase yang tidak tuntas, usulan pembangunan jalan baru, rehab total Masjid dan Surau, hingga pembangunan pagar sekolah dan fasilitas lainnya. Semuanya itu dianggap penting dan urgent.

Namun yang tidak kalah pentingnya adalah, usulan tentang penetapan status Kampung Tua Penagi Sebagai Kawasan Pemukiman diatas permukaan air, yang disampaikan langsung oleh Camat Bunguran Timur. Menurut Wan Suhardi, dengan telah diterapkan UU 23 tahun2014 tentang Pemerintah Daerah yang menyebutkan bahwa hak kabupaten atas wilayah laut hanya 0 mil dari garus pantai. Maknanya kabupaten/kota tidak memiliki wewenang sama sekali terhadap wilayah laut. Hingga keberadaan Kampung Tua Penagi yang berada di atas permukaan laut, menjadi tanggung jawab provinsi. Sederhananya semua kegiatan pembangunan di kampung yang sempat mendapat julukan “Kampung Pelangi” itu, menjadi wewenang dan tanggung jawab Provinsi Kepulauan Riau.

“Dengan adanya ketentuan tersebut, maka Kampung Penagi yang kini menjadi salah satu bagian dari Kelurahan Batu Hitam itu, tidak dapat menyerap DAU Tambahan yang dikelola oleh Kelurahan Batu Hitam. Artinya dana pembangunan sarana dan prasarana kelurahan sebesar 1,1 miliar lebih, tidak dapat diserap oleh Penagi. Tentu Penagi seperti akan menjadi anak tiri kami. Padahal kami tidak pernah menganak tirikan kampung manapun juga”, terang Wan Suhardi.

“Dari hasil konsultasi Lurah ke Provinsi dalam hal ini Lurah Bandarsyah, karena Penagi bagian dari Kelurahan Bandarsyah, menjelaskan bahwa bahwa Kampung Penagi baru akan dapat menyerap Dana Kelurahan, setelah provinsi menerbitkan Perda tentang Kawasan Pemukiman Diatas Permukaan Air, seperti yang dimiliki oleh Sedanau dan Pulau Tiga. Jadi kami mohon bantuan bapak Anggota DPRD Provinsi untuk dapat memperjuangkan Perda ini, hingga Penagi dapat menjadi anak kandung kami”, sambung Wan Suhardi penuh harap.

Sebagai Angoota DPRD Provinsi asal Pemilihan Natuna, Ilyas Sabli sang mantan Bupati Natuna itu, berjanji untuk menelusuri draf Perda tentang Kampung Tua Penagi, yang kononnya sudah rampung. Mudah-mudahan dapat segera dibahas hingga menjadi sebuah Perda, hingga pembangunan sarana dan prasarana di kampung yang pernah menjadi sentra perekonomian Kota Ranai itu dapat didanai dengan DAU tambahan yang dikelola oleh kelurahan. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 12/12/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *