Jelang Natal dan Tahun Baru, FKUB Rapatkan Barisan

Warta Kota Srindit; Guna mengantisipasi terjadinya gesekan antar umat beragama di daerahini, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Natuna menggelar rapat bersama, Jumat (13/12/2019).bRapat yang digelar di Ruang Wakil Natuna itu, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Natuna, H. Ngesti Yuni Suprapti, dan dihadiri oleh sebagian besar pengurus FKUB Kabupaten Natuna dari berbagai golongan agama yang ada. Selain itu juga hadir Kasat Bimas Polres Natuna AKP Sudiono dan perwakilan dari Kodim 0318 Natuna.

Dalam Arahannya Ngesti menekankan betapa pentingnya arti kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kerukunan nilainya sangat mahal. Bangsa kita sudah diwariskan oleh Allah Swt dengan suku dan ras serta agama yang berbeda-beda. Dan hidup saling bertoleransi antara suku, ras dan dan agama, sudah tercipta sejak lama. Dan kita sudah merasakan indahnya suasana yang rukun itu, sebagai buah dari sifat toleransi yang kita miliki selama ini. Untuk itu, mari kita rajut terus dan kita wariskan sikaf bertoleransi itu kepada anak cucu kita, hingga kedamaian dan ketenteraman akan terus terwujud di negara kita tercinta ini, hususnya di Kabupaten Natuna”, pinta Ngesti kepada semua Tokoh Agama yang hadir.

Selain itu, Ketua FKUB Kabupaten Natuna H. Wan Zawali menyebutkan bahwa, sesungguhnya sikaf toleransi yang tinggi sudah ditunjukkan oleh masyarakat Natuna sejak lama. Sebagai bukti, di Kampung Penagi, ada Surau yang letaknya berdampingan dengan Kelenteng atau tempat ibadahnya umat Kong Fu Chu.

“Untuk sikap toleransi, rasnya kita tidak perlu ragu lagi dengan masyarakat kita Natuna. Dari dulu Kelenteng dan Surau di Penagi itu berdampingan. Bukan hanya itu, uamatnya saling membantu, kalau ada kegiatan di salah satu rumah ibadah itu. Begitu juga di Sedanau Bunguran Barat, rumah ibadah, baik Masjid, Geraja, Kelenteng atau Bihara, terletak di satu lingkungan yang saling berdekatan. Masyarakatnya rukun disana. Tugas kita sekarang, tinggal mempertahankan kondisi itu. Dan itulah peran kita hari ini”, Tegas Wan Zawali yang juga Ketua LAM Kabupaten Natuna itu.

Pada kesempatan itu Wakil Bupati juga meminta kepada seluruh pengurus FKUBKabupaten Natuna untuk terus merapatkan barisan, karena para pengurus FKUB adalah tokoh dari masing-masing umat beragama di daerah ini, yang diyakini adalah orang-orang yang dipanuti oleh masyarakatnya.

Selain membicarakan masalah kerukunan umat beragama, rapat tersebut juga menyinggung masalah bantuan pemerintah daerah terhadap FKUB. Tokoh agama Budha, Joni Puas menyampaikan bahwa memang uang bukanlah segala-galanya. Tetapi segala-galanya pasti memerlukan uang. Jadi untuk menggerakkan berbagai program yang dimiliki oleh FKUB, juga pasti memerlukan uang. Untuk itu pihaknya berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, senentiasa memperhatikan pendanaan operasional oraganisasi yang menaungi berbagai umat ini. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 13/12/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *