Rakor KNGI akan di Gelar di Natuna

Warta Kota Srindit; Sesuai Peraturan Presiden no 9 tahun 2019 tentang Pengembangan Geopark khususnya pasal 17 tentang Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), diperlukan koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Pemangku Kepentingan dalam rangka penetapan kebijakan dan pengembangan Geopark. Dalam rangka membangun bersama dalam pengembangan Geopark, Kementrian PPN/Bapenas akan menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Akhir Tahun dan Penyusunan Program Komite Nasional Geopark Indonesia, di Kabupaten Natuna. Hal tersebut terungkap dalam surat Surat Bapenas tertanggal 2 Desember 2019.

 

Kegiatan yang akan dihadiri oleh lebih kurang 94 orang peserta dari berbagai Provinsi, Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia, termasuk beberapa orang pejabat eselon satu dari beberapa kementerian terkait. Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari dari tanggal 18 s/d 19 Desember 2019 itu, akan digelar di Hotel Natuna, Ranai Kecamatan Bunguran Timur.

Guna menyukseskan kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Natuna membentuk panitia lokal yang diketuai langsung oleh Ketua Badan Pengelola Geopark Kabupaten Natuna, Izwar Aspawi. Dalam rapat panitia yang berlangsung di ruang Rapat I Kantor Bupati Natuna kemarin (Kamis, 16/12/2019), dijelaskan bahwa selain kegiatan pemaparan materi yang akan disampaikan oleh para narasumber, juga akan ada kegiatan Field Trip atau kunjungan lapangan kebeberapa lokasi Geosite, yaitu Geosite Tanjung Datuk, Tanjung Senubing dan Geosite Batu Kasah, serta Pulau Akar. Untuk kegiatan Field Trip ini berikan tanggung jawab kepada Kabid Distinasi Dinas Pariwista dan Kebudayaan Kabupaten Natuna dan para Pemandu Wista yang telah disiapkan. Namun tak pentingnya, camat sebagai pemilik wilayah dimana geosite terebut berada, diberi tanggung jawab yang sama.

 

Untuk memastikan lokasi Geosite tersebut benar-benar layak untuk dikunjungi, khususnya kawasan Tanjung Senubing, Camat Bunguran Timur beserta jajarannya melakukan peninjauan lapangan Selasa pagi (17/12/2019). Didampingi oleh Lurah Ranai Kota beserta Staf, dan Kepala Desa Sepempang beserta aparat Desa, menelusuri kawasan susunan berbatuan granit di kaki bukit Tanjung Senubing.

“Ya, perjalanannya mungkin sedikit melelahkan, tetapi terbayarkan dengan indahnya warisan bebatuan Granit yang Allah titipkan kepada kita di Tanjung Senubing ini. Anda lihat sendiri saja, Granit bermacam ukuran dan bentuk itu tersusun rapi disepanjang lereng bukit ini. Ditambah lagi dengan deru ombak yang tak pernah henti-hentinya. Perpaduan tiupan angin dan deru ombak serta susunan berbatuan yang indah tersebut, tentu akan memanjakan mata setiap orang yang melihatnya”, tutur Wan Suhardi dengan penuh semangat mempromosikan salah satu Geosite di daerahnya.

“Belum lagi bila kita telisik berbagai macam hal dan kisah yang ada di dalamnya. Kawasan ini menyimpan selaksa pristiwa yang tidak akan pernah habis-habisnya untuk diceritakan. Tinggal lagi usaha kita kedepan, bagaimana untuk mengelolanya dengan baik, hingga warisan alam yang telah Allah titipkan kepada kita ini, dapat bermanfaat bagi kita semua, dari segala sektor kehidupan. Dimulai dari sektor ekonomi masyarakat, sekotor budaya, dan juga sektor keilmuan. Banyak hal yang dapat dijadikan sebagai sumber penelitian disini”, tambah Camat Bunguran Timur itu.

Selanjutnya Camat minta kepada pemilik lahan yang ada disekitar kawasan Tanjung Senubing dan kawasan Geosite liannya di Bunguran Timur, yaitu Gunung Ranai dan Pulau Senua, untuk mulai merancang dari sekarang, kira-kira usaha apa yang dapat dilakukan, hingga kedepan, hamparan lahan luas yang selama ini terbiar, dapat menjadi sumber perndapatan bagi keluarga, dan juga orang lain. Kepada pemerintah ia juga berharap, agar serius dalam membangunan sarana prasarana yang diperlukan seluruh kawasan Geosite yang ada, hingga niat untuk menjadikan Natuna sebagai salah satu distinasi wisata pilihan masyarakat dunia akan terwujut. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 17/12/2019). .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *