Lokmin TU 4 Ajang Evaluasi Yankes

Warta Kota Srindit; Guna terus mengevaluasi kinerja Puskesmas Ranai, Kecamatan Bunguran Timur dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyrakat, Pusat Kesehatan Masyarakat yang terletak dijantung kota Ranai itu, kembali menggelar Lokakarya Mini (Lokmin) Triwulan 4, yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Bunguran Timur Senin (23/12/2019).

Acara Lokakarya Mini TW 4 yang dibuka langsung oleh Camat Bunguran Timur H. Wan SUhardi dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Rizal Rinaldi serta seluruh stake holder kesehatan di wilayah Bunguran Timur tersebut, berlangsung selama lebih kurang 3 jam.

Ketua BPD Desa Batu Gajah Mahyuddin, memberikan tanggapannya terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Ranai

Dalam sambutannya, Camat Bunguran Timur minta kepada seluruh Kader Kesehatan yang ada diwilayahnya agar terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan diwilayahnya.

“Ini sudah ada Instruksi Bupati Natuna no 050.13/BP3D/57/2019 tentang Pelaksanaan Inovasi Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna, dimana isinya adalah agar kita sebagai pusat pelayanan public agar dapat menghasilkan satu inovasi pelayanan atau yang dikenal dengan istilah One Agency One Inovation (Satu Instansi Satu Inovasi) atau disingkat dengan istilah “SISI” setiap tahunnya. Artinya mulai tahun ini, kita sebagai pusat layanan publik ini, harus mampu menciptakan sebuah gagasan atau ide baru, untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat”, terang Camat Bunguran Timur.

Kepala Puskesmas Ranai, Nazri memaparkan capaian yang prestasi selama tahun 2019

“Kegiatan Lokmin merupakan ajang evaluasi terhadap kinerja yang telah kita hasilkan, untuk selanjutnya tentu kita harus menemukan solusi terhadap kendala dan hambatan yang kita hadapi selama ini, sekaligus mengevaluasi terhadap keluhan yang disampaikan oleh pelanggan atau masyarakat selama satu tahun ini. Semuanya itu harus kita jawab dengan sebuah gagasan baru atau ide baru, baik melalui pendekatan atau sentuhan teknologi, maupun pendekatan kemanusiaan, hingga keluhan dari masyarakat itu, tidak terdengar lagi dimasa-masa yang akan datang”, tambah Wan Suhardi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Rizal Renaldi dalam arahannya meminta kepada jajarannya untuk terus berusaha semaksimal mungkin dalam memberkan pelayanan kepada masyarakat. Sebab Puskesmas sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan, dipastikan memiliki berbagai kekurangan dan kelemahan. Namun kekurangan dan kelemahan yang ada tidak harus membuat berhenti berbuat. Bahkan sebaliknya, kelemahan dan kekurangan yang ada dapat dijadikan cambuk pemacu semangat untuk mendapatkan sebuah gagasan baru, hingga kepuasan pelayanan akan dapat diwujudkan.

Lurah Ranai Darat sedang memberikan tanggapannya terhadap laporan capaian prestasi Kepala Puskesmas Ranai

“Tantangan terbesar yang kita hadapi saat ini adalah Stunting atau gagal tumbuh. Karena dari data yang kita miliki, masih banyak anak-anak di Kecamatan Bunguran Timur ini yang terindikasi Stunting, yang disebabkan oleh berbagai factor. Untuk itu kita harus serius dan bekerja keras dalam mengentaskan Stunting ini, agar kita tidak kehilangan generasi penerus yang berkualitas. Artinya kita tidak boleh main-main, karena beban itu ada dipundak kita semua”, tegas Rizal kepada seluruh peserta yang hadir.

“Saya mohon peran kader harus terus ditingkatkan, untuk terus memantau dan memberikan data yang benar, hingga penanganan Stunting ini benar-benar dapat kita lakukan dengan baik, untuk selanjutnya kita terbebas dari kasus Stunting atau anak yang gagal tumbuh ini”, ajak Kepala Dinas Kesehatan itu kepada para kader kesehatan yang ada di desa dan Kelurahan.

Dari laporan kepala Puskesmas Ranai, Nazri, terungkap bahwa 10 kunjungan terbesar hingga November 2019 adalah, Nasofaringitis Acut (Common Cold), Hipertensi Esensial, Kehamilan Normal, Dyspepsia, Acute Tonsilitis (Amandel), Kontrasepsi, Hypercholesteroemia, Gangguan pada gigi, Kencing Manis, dan Faringitis (Radang Tenggorokan). Sementara dari hasil survey Indek Kepuasan Masyarakat (IKM), per November 2019, Puskesmas Ranai, baru mencapai angka 78,97 dengan katagori B (baik). (Wan’s , Warta Kota Srindit, 31/12/2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *