Plt Gubernur Riau Resmikan SMK Negeri 02

Warta Kota Srindit; Setelah menunggu sekian lama, akirnya SMK Pariwisata Bunguran Timur diresmikan menjadi sebuah sekolah menengah negeri, oleh Plt. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Isdianto, S.Sos, MM Selasa (24/12/2019). Peresemian Sekolah Menengah Kejuruan 02 tersebut disejalankan dengan kegiatan kunjungan Isdianto selama 2 hari, ke Bumi Laut Sakti Rantau Bertuah.

Dalam sambutannya Plt. Gubernur Kepulauan itu mengajak seluruh stake holder yang ada untuk bersama-sama peduli dengan dunia pendidikan didaerah ini. Sebab menurutnya tanggung jawab terhadap pendidikan generasi penerus bangsa, tidak hanya berada dipundak pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua masyarakat Indonesia. Tak terkecuali masyarakat di Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna ini.

“Tanggung jawab pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Negara dalam hal ini Pemerintah Provinsi berdasarkan UU no 23 tentang Pemerintah Daerah mempunyai berkewajiban melengkapi sarana dan prasarana pendidikan, khususnya untuk tingkat menengah atas. Sementara Pemerintah Kabupaten dan Kota, memiliki kewajiban pula memenuhi sarana dan prasarana pendidikan, mulai dari Pendidikan usia dini, hingga menengah pertama. Sedangkan masyarakat, punya kewajiban pula, yaitu menjaga keberlangsungan dunia pendidikan itu sendiri, dengan cara terus berupaya agar anak-anak kita tetap bersekolah, dan memanfaatkan waktu sekolahnya dengan sebaik-baiknya, hingga generasi berkualitas dimasa mendatang akan dapat kita raih”, tetrang Isdianto secara panjang lebar.

“Kita semua harus peduli terhadap perkembangan Pendidikan anak-anak kita. Tak bisa kita serahkan sepenuhnya kepada pemerintah, atau guru disekolah”, tutup Isdianto.

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 02 Bunguran Timur tersebut, semulanya adalah Sekolah Menengah Kejuruan yang didirikan oleh masyarakat Desa Sungai Ulu Kecamatan Bunguran Timur, yang mengkhususkan dirnya dibidang pariwisata. Hingga tak heran SMK itu dikenal dengan julukan SMK Pariwisata.

Wan Zawali salah seorang tokoh masyarakat Desa Sungai Ulu yang juga Ketua LAM Kabupaten Natuna dan memiliki andil yang cukup besar pada sekolah tersebut, menyampaikan ucapan terimakasihnya atas diresemikan sekolah itu menjadi sebuah SMK Negeri. Harapannya kedepan agar sekolah yang perkembangannya selama ini terseok-seok tersebut, akan mampu bersaing dengan sekolah negeri lainnya, karena sarana dan prasarananya pasti akan dilengkapi oleh pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Kalau SDM kita di Desa ini tidak kurang pak Gubernur. Sekolah ini diprakarsai oleh pemuda-pemuda dari desa ini. Mereka berpikir sudah jauh kedepan tentang dunia pendidikan ini. Mudah-mudahan sekolah ini mampu bersaing dengan sekolah lainnya yang sudah lama berdiri. Selanjutnya kami ada maksud lain pak Gubernur. Kami ingin Desa kami ini menjadi sebuah Kecamatan baru. Persyaratannya sudah berangsur-angsur kami penuhi. Kalaupun ada yang tidak terpenuhi, maka tolong pak Gubernur agak sedikit bertoleransi. Hingga syarat yang kami rasakan sulit untuk dipenuhi itu, dianggap cukup saja”, harap Wan Zawali dalam sambutannya.

Kiranya H. Wan Zawali sedang melakukan strategi “Sambil Menyelam Minum Air”. Alih-alih bicara tentang peresmian SMK Negeri 02, ternyata ada maksud tersembunyi yang sengaja digunakan dalam moment peresmian ini, yaitu meminta persetujuan Plt. Gubernur agar Desa Sungai Ulu Menjadi sebuah kecamatan baru. Diakhir sambutannya, Wan Zau menyerahkan kembali proposal usulan pemekaran kecamatan kepada Plt. Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto.

Upaya untuk menjadikan Desa Sungai Ulu menjadi sebuah kecamatan memang sudah sejak lama terdengar gaungnya. Namun berbagai persyaratan teknis untuk membentuk sebuah kecamatan masih belum terpenuhi, misalnya rendahnya jumlah penduduk, tidak tercapainya jumlah desa yang ada, yaitu hanya 2 Desa, sementara undang-undang menetapkan harus ada paling sedikit 5 Desa. Kemudian yang tak kalah pentingnya adalah jarak antara Desa Sungai Ulu dengan Ibu Kota Kecamatan Bunguran Timur masih sangat terlalu dekat. Artinya persyaratan teknis berdasarkan undang-undang yang ada tidak terpenuhi. Namun persyaratan politislah yang akan mengubah Desa Sungai Ulu dan Desa Batu Gajah menjadi sebuah kecamatan baru.  (Wan’s , Warta Kota Srindit, 25/12/2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *