Corona, Si Cantik yang Ganas

Warta Kota Srindit; Baru saja masyarakat Bunguran Timur Kabupaten Natuna ingin bernapas lega, setelah dijadikan lokasi Evakuasi dan Observasi 238 orang WNI yang terpapar Virus Corona atau yang lebih dikenal dengan Covid 19 dari Wuhan Provinsi Hubei China, kini masyarakat kembali resah dan gelisah. Keresahan dan kegelisahan kali ini tidak hanya sebatas masyarakat Ranai Kecamatan Bunguran Timur, tetapi menjadi keresahan dan kegelisahan seluruh masyarakat Kabupaten Natuna, dan bahkan seluruh masyrakat Republik Indonesia. Tak terkecuali masyarakat dari belahan dunia lainnya. Pasalnya senis mahluk kecil dengan nama yang cukup cantik namun ganas dan mematikan itu, mulai menghantui sedikitnya 158 negera yang ada di muka bumi ini.

Padahal ketika masyarakat Natuna menolak kehadiran WNI yang akan diobservasi di Natuna, beragam nada cemeeh dilontarkan kepada masyarakat Natuna. Ada yang bilang orang Natuna tidak NKRI, Lebai, Untoleran, tidak peka dan kurang bersahabat, dan masih banyak lagi cemoohan lain yang dilontarkan oleh orang-orang pintar di Jakarta. Namun sekarang apa yang terjadi. Jakarta menjadi Kota pertama yang terdeteksi Corana, dan sekarang jumlah penyebarannya semakin hari semakin meningkat.

Menurut catatan BNPB, per 25 Maret 2020, sudah tercatat sebanyak 790 orang yang dinyatakan positif terserang Corona. Angka ini belum merupakan hasil test cepat yang menggunakan sejnis alat yang disebut Rapid Test dan digadang-gadang dapat menditeksi virus Corona dalam waktu kurang dari 10 menit.

Untuk Kabupaten Natuna, per 25 Maret 2020, masih dinyatakan nihil Covid 19. Namun Orang dalam Pemantauan 30 orang, Selesai Pemantauan 15, Proses Pemantauan 15 orang, pasien dalam Pengawasan 2 roang, Selesai Pengawasan 1 orang, Proses Pengawasan 1 orang, Laboratorium/Spesimen Diperiksa 1 orang, sementara Probable/Suspect atau Dugaan alhamdulillah masih Nihil. Semoga tetap Nihil, hingga Corona pergi meninggalkan kita semua.

Penyemprotan Cairan Disinfektan di rumah-rumah Ibadah dan Kantor di Kecamatan Bunguran Timur

Memang berbagai cara dan upaya serta ikhtiar telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna. Mulai dari membentuk Satgas Percepatan Pananganan Covid 19 seperti yang diamanahkan dalam Permendagri No 20 Tahun 2020, tentang Percepatan Penanganan Covid 19, mengeluarkan himbauan-himbauan untuk selalu hidup sehat, melakukan penyemporotan Cairan Disinfektan di rumah-rumah Ibadah dan Perkonatoran yang ada, sampai kepada melakukan razia siang dan malam di tempat-tempat hiburan malam, rumah makan, dan kafe-kafe yang ada, agar menurut kegiatannya untuk smentara, dalam waktu yang tidak terbatas, hingga penyebaran Corona mereda

Suasana ruangan Observasi 238 WNI asal Wuhan Provinsi Hubei China di Natuna

Covid 19 atau Corona Virus adalah sejenis virus yang menular melalui micropartikel yang samai ke selaput mata, mulut, dan hidung. Untuk itu, kepada kita semua dianjurkan untuk tidak menyentuh mata, mulut dan hidung atau bahkan muka ketika belum mencuci tangan dengan sabun atau Hand Sanitizer. Anjuran lain yang patut kita lakukan adalah menutup mulut dengan tissue ketika batuk atau bersin. Jangann pernah menutup mulut dengan tangan, karena tangan menjadi media yang paling cepat meularkan si cantik Corona. Akan lebih baik, bila kita batuk atau pilik selalu menggunakan masker,  hingga kita tidak menularkan virus itu kepada orang lain.

Ya, ketika kita mendengarkan nama “Corona”, maka batin kita, khususnya kaum adam, akan mengatakan, “Hem, betapa cantiknya dia”. Karena orang yang diberi nama Corona memang selalu cantik dan menarik perhatian lawan jenisnya. Tetapi itu hanya untuk orang. Lain halnya dengan virus. Corona Virus telah mematikan ribuan orang dari belahan dunia manapun juga, termasuk Indonesia. Dia sangat Ganas, dan hari ini menjadi mahluk yang paling menakutkan. Smapai-sapai pasien yang meninggal akbiat Covid 19 atau Conrona Virus ini, dianjurkan untuk tidak dimandikan dan diShalatkan oleh para Ulama.

Bupati Natuna, Hamid Rizal sambangan masyarakat Penagi, pemukiman yang dengan dengan kawasan Observasi

Social Distancing, adalah upaya menjaga jarak antara satu orang dengan orang lain, diyakini menjadi salah satu cara yang paling ampuh untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Atas dasar pertimbangan inilah, maka pemerintah mengeluarkan himbauan untuk tidak berada dan menghindar kerumunan orang banyak. Karena berkerumun dalam jumlah yang banyak, akan mempercepat penyebaran Virus.

Bersinergi TNI/Polri dan Aparatur Sipil Negara atasi Covid 19

Tempat-tempat hiburan malam diperintahkan untuk ditutup, pusat pelayanan publik diminta untuk mengatur makanisme pelayanan hingga tidak menyebabkan orang berkerumun. Menggunakan Teknologi Informasi, memungkinkan kegiatan pelayanan dilakukan dengan jarak jauh. Rapat, musyawarah, kongres atau pertemuan apapun namaya, yang sifatnya  mengumpulkan orang banyak, diupayakan menggunakan teknologi virtual, hingga satu sama lain saling tidak bertemu, namun hanya menggunakan Video Confrence yang dapat dilakukan dari manapun juga.

Lalu apakah semua pusat pelayan yang ada di Kabupaten Natuna, sudah memiliki fasilitas yang disebutkan tadi? Jawabannya “tidak”, karena sampai hari ini hanya ada beberapa OPD yang sudah menggunakan sistem pelayanan secara online.

Selanjutnya bagaimana dengan acara pesta pernikahan yang kononnya sulit untuk ditunda-tunda. Inilah yang harus dipertimbangkan dengan bijak. Pilihannya memang sangat sulit. Tetapi pertanyaannya sederhana. “Ingin bahagia mendapat suami atau istri baru namun terserang Covid 19, atau menunda beberapa waktu, mungkin 3 bulan atau satu tahun, lalu kemudian bahagia berumah tangga selama bertahun-tahun karena semuanya sehat waalfiat? Berikan pilihan yang terbaik. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 26/03/2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *