BLT Desa Disalurkan

Warta Kota Srindit; Setelah berhari-hari bahkan berminggu-minggu berkutat dengan bermacam peraturan dan ketentuan perubahan yang berubah dalam hitungan minggu, bahkan ada dalam hitungan hari, selanjutnya berjibaku pula dengan data masyarakat calon penerima Batuan Langsung Tunai melalui Dana Desa, dengan penuh harap agar dana yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan memuaskan hati masyarakat yang kononnya mengedepankan “Keadilan”, akhirnya, BLT Desa Sepempang dan Desa Sungai Ulu, dapat menyalurkan BLT nya kepada masyarakat.

Camat menyerahkan BLT Desa Sepempang secara simbolis kepada salah seorang penerima

Desa Sepempang merupakan Desa pertama di Kecamatan Bunguran Timur yang menyalurkan BLt Desa kepada masyarakatnya, pada Rabu (20/05/2020), selanjutnya menyusul Desa Sungai Ulu, Kamis (21/05/2020). Sedangkan desa Batu Gajah masih harus tertunda, karena proses pencairan anggarannya belum dapat dilaksanakan.

Untuk Desa Sepempang hanya mampu menyalurkan kepada 140 masyarakat penerima, sedangkan Desa Sungai Ulu dapat meyalurkan kepada 165 orang masyarakat penerima. Mengapa harus berbeda? Iya, pasti berbeda, karena perhitungannya  adalah 25 s/d 30 % dari Dana Desa yang tersisa, dan paling maksimal 35 %, sepanjang kebutuhan prioritas desa masih terpenuhi. Maksudnya Dana Desa yang sudah terserap untuk kegiatan pembangunan fisik sebelum aturan tentang BLT ini terbit, maka tidak dapat gunakan lagi untuk keperluan BLT Desa. Hal itu ditegaskan oleh Camat Bunguran Timur, ketika menghadiri acara penyerahan BLT Desa di dua desa tersebut.

Masyarakat Penerima BLT Desa Sepempang, sedang mendengarkan arahan dari Camat

“Bapak ibu masyarakat penerima BLT Desa hari ini, bersyukurlah. Karena bapak dan ibu termasuk orang yang beruntung tercatat sebagai penerima. Lalu bagi yang belum dapat, bersabarlah, mudah-mudahan masih ada program yang lain. Selanjutnya bapak dan ibu jangan pernah membandingkan dengan desa yang lain. Misalnya ada desa yang dapat menyalurkan BLT Desa kepada seluruh masyarakatnya. Kok bisa, mengapa kita tidak bisa. Faktor penyebabnya banyak. Mungkin di desa yang lain itu jumlah penduduknya tidak banyak, sementara jumlah dana desa untuk masing-masing desa sama. Selanjutnya mungkin serapan dana desanya belum banyak, hingga dapat disisihkan untuk keperluan BLT ini dalam jumlah yang lebih besar pula. Hingga wajar bila desa tersebut dapat menyalurkan BLT Desa ini kepada seluruh warganya. Andaikan saja penduduk Desa Sepempang ini hanya 150 KK, maka pasti  semuanya akan menerima. Tapi hari ini kenyataannya penduduk desa ini ada 503 KK. Maka tentulah ada masyarakat yang tidak kebagian BLT ini”, terang Camat secara panjang lebar.

Penyerahan BLT Desa Sungai Ulu kepada masyarakat penerima

“Selanjutnya, siapa bapak dan ibu yang akan menerima hari ini? Ya, bapak ibu adalah orang-orang yang sudah diseleksi oleh RT/RW, dan perangkat Desa serta para tokoh yang ada di desa ini, melalui musyawarah desa, yang dipandu oleh BPD Desa. Saya juga hadir dalam musyawarah itu. Berdasarkan kereteria yang telah ditetapkan oleh Permendes dan PermenKeu itu, maka bapak dan ibulah dianggap lebih layak menerimanya. Penetapan ini dikuatkan dengan sebuah Berita Acara, yang ditanda tangani oleh semua pihak yang hadir. Maka pada kesempatan ini saya ingin mengingatkan kembali, bila ada RT/RW atau tokoh masyarakat yang membuat issu liar, dengan mengatakan bahwa data calon penerima ini, bukan dari mareka, tetapi melainkan direkayasa oleh Kepala Desa, maka saya akan laporkan RT/RW atau bahkan tokoh masyarakat tersebut kepada pihak yang berwajib. Karena saya anggap membuat berita bohong dan mengganggu proses penyaluran BLT ini. Selanjutnya saya juga mengingatkan kepada semua pihak, agar tidak membuat aturan sendiri. Dalam Peraturan Menteri Keuangan no 40 tahun 2020, sudah jelas menyabutkan, bahwa setiap calon penerima, diberikan sebesar Rp. 600.000,-  dalam jangka waktu 3 bulan. Jangan ada yang berani mengurangi menjadi 300 ribu rupiah, dengan alasan “Biar Adil”. Kalau ini terjadi, maka saya juga akan melaporkan bapak ibu kepada pihak kepolisan”, tegas Wan Suhardi.

Wakil Bupati Natuna Ny. Hj. Ngesti Yuni Suprapti berpota bersama dengan Camat, Kades Sungai Ulu dan petugas lainnya

Wan Suhardi juga mengingatkan kepada Kepala Desa dan jajarannya agar tidak bermain-main dengan urusan penyaluran BLT Desa ini. Dia berharap agar tidak ada pertimbangan belas kasihan lalu membuat aturan sendiri, dan melanggar ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Data hasil keputusan musyawarah adalah harga mati. Bila ada perbahan kebijakan, maka harus dimusyawarahkan kembali, pintanya.

Acara penyerahan BLT Desa di dua desa tersebut selain dihadiri oleh Camat dan jajarannya, juga dihadiri oleh Babinsa dan Babinkantibmas. Khsus untuk Desa Sungai Ulu, dihadiri pula oleh Wakil Bupati Natuna, Dra. Hj. Ngesti Yni Suprapti, M.Si. (Wan’s, Warta Kota Srindit, 20/05/2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *